
batampos – Harapan Timnas Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 ternyata belum sepenuhnya tertutup. Pengamat sepak bola Justinus Lhaksana atau Coach Justin mengungkap adanya celah peluang bagi skuad Garuda dan meminta PSSI segera mengambil langkah strategis.
Timnas Indonesia sebelumnya dipastikan tersingkir dari persaingan memperebutkan tiket menuju putaran final Piala Dunia 2026.
Skuad Garuda yang tergabung di Grup B putaran keempat harus puas finis sebagai juru kunci setelah menelan dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak.
Berdasarkan klasemen akhir tersebut, Arab Saudi yang keluar sebagai pemuncak grup langsung mengamankan tiket menuju Piala Dunia 2026.
Sementara itu Irak yang menempati posisi runner-up harus melanjutkan perjuangan mereka ke putaran kelima untuk menghadapi Uni Emirat Arab.
Pada pertandingan putaran kelima itu, tim berjuluk Singa Mesopotamia berhasil meraih kemenangan dramatis. Irak menaklukkan Uni Emirat Arab dengan skor 3-2 dan memastikan langkah menuju fase play-off antarkonfederasi.
Hasil krusial tersebut membuat Irak tinggal selangkah lagi menuju panggung sepak bola terbesar di dunia. Mereka kini menunggu pemenang duel antara Bolivia dan Suriname untuk menentukan tiket terakhir.
Pertandingan lintas konfederasi itu dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret 2026 di Meksiko. Laga tersebut akan menjadi penentuan terakhir bagi salah satu tim untuk meraih tiket menuju Piala Dunia 2026.
Namun, menjelang pertandingan penting tersebut, situasi global justru memunculkan drama baru. Kawasan Timur Tengah memanas akibat meningkatnya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.
Kondisi keamanan yang memburuk itu berdampak pada berbagai aktivitas, termasuk transportasi udara. Sejumlah wilayah udara di kawasan tersebut bahkan terpaksa ditutup sementara.
Situasi ini memunculkan spekulasi mengenai kesiapan Irak mengikuti laga play-off yang sangat krusial. Jika tim tersebut tidak bisa berangkat ke Meksiko, maka FIFA kemungkinan harus menentukan pengganti.
Dari sinilah muncul secercah harapan bagi Timnas Indonesia. Peluang kecil tersebut mulai dibahas oleh Coach Justin melalui kanal YouTube pribadinya.
Ia menilai kondisi geopolitik bisa memunculkan skenario tak terduga dalam proses kualifikasi. Meski peluangnya kecil, Indonesia dinilai tetap memiliki kemungkinan kembali masuk dalam jalur kompetisi.
“Berdasarkan artikel yang saya baca, partisipasi negara-negara Timur Tengah di kualifikasi Piala Dunia sekarang menjadi sangat tidak jelas,” ujar Coach Justin.
Pernyataan itu ia sampaikan saat membahas perkembangan terbaru situasi kawasan.
Coach Justin kemudian menjelaskan situasi yang dihadapi Irak menjelang pertandingan penting tersebut. Ia menyoroti berbagai kendala logistik yang muncul akibat kondisi keamanan regional.
“Irak dijadwalkan bermain melawan pemenang antara Bolivia atau Suriname pada 31 Maret di Meksiko setelah mereka mengalahkan Uni Emirat Arab,” katanya menjelaskan. Laga itu menjadi penentuan nasib mereka menuju putaran final.
Namun, persoalan serius muncul ketika tim harus melakukan perjalanan internasional. Situasi keamanan membuat akses penerbangan menjadi sangat terbatas.
“Yang menjadi masalah sekarang adalah Irak tidak bisa terbang karena wilayah udaranya tertutup akibat eskalasi konflik,” paparnya. Kondisi tersebut berpotensi menghambat perjalanan tim menuju lokasi pertandingan.
Masalah itu bahkan tidak hanya dialami pemain yang berada di negaranya. Pelatih Irak pun mengalami kendala yang sama untuk melakukan perjalanan.
“Bahkan pelatih mereka, Graham Arnold, yang tinggal di Uni Emirat Arab juga tidak bisa berangkat menuju Meksiko,” tambahnya. Situasi tersebut semakin memperbesar tanda tanya mengenai kesiapan Irak tampil.
Coach Justin lalu mengulas kemungkinan skenario jika Irak benar-benar tidak dapat mengikuti pertandingan. Menurutnya FIFA tentu harus mencari solusi agar pertandingan tetap berjalan.
Ia menilai secara logika pengganti biasanya berasal dari tim yang kalah di fase sebelumnya. Hal itu kerap terjadi dalam berbagai turnamen internasional ketika ada tim yang mengundurkan diri.
“Secara logika, posisinya bisa digantikan oleh tim yang kalah di putaran keempat seperti Uni Emirat Arab atau Oman,” jelasnya. Kedua tim tersebut memang memiliki posisi kompetitif dalam jalur kualifikasi.
Namun situasinya tidak sesederhana itu. Negara-negara di kawasan Timur Tengah juga menghadapi kendala yang sama terkait transportasi udara.
Penutupan wilayah udara membuat perjalanan internasional menjadi sangat sulit dilakukan. Akibatnya peluang bagi tim dari kawasan tersebut juga ikut terhambat.
Dari situ muncul kemungkinan lain yang cukup mengejutkan. Coach Justin menilai Indonesia justru menjadi tim yang secara logistik paling memungkinkan untuk menggantikan posisi Irak.
Menurutnya Timnas Indonesia tidak terdampak langsung oleh konflik regional di Timur Tengah. Artinya perjalanan menuju Meksiko secara teori masih bisa dilakukan tanpa hambatan besar.
Meski terdengar seperti skenario yang sulit dipercaya, Coach Justin menilai peluang itu tetap ada. Ia menegaskan situasi luar biasa bisa memunculkan keputusan luar biasa pula.
“Saya tidak bilang kita pasti lolos, tetapi ada peluang untuk menggantikan Irak di putaran kelima,” ungkapnya. Pernyataan itu langsung memicu diskusi luas di kalangan penggemar sepak bola Indonesia.
Coach Justin juga menilai federasi sepak bola nasional tidak boleh hanya menunggu perkembangan situasi. Ia mendorong PSSI untuk aktif melakukan komunikasi dengan FIFA.
Langkah diplomasi dinilai penting agar Indonesia tetap diperhitungkan dalam skenario apa pun. Apalagi keputusan dalam situasi darurat sering kali ditentukan melalui berbagai pertimbangan administratif.
“Ini tugas penting bagi PSSI untuk segera melakukan investigasi dan melobi FIFA, apalagi ada kemungkinan konflik ini berlangsung lebih lama,” tegasnya. Ia yakin federasi sudah mulai memantau perkembangan tersebut.
Kini publik sepak bola nasional menanti keputusan resmi dari FIFA terkait kelanjutan pertandingan play-off antarkonfederasi. Harapan melihat Garuda terbang lebih jauh di kualifikasi Piala Dunia ternyata belum sepenuhnya padam.
Jika skenario tak terduga benar-benar terjadi, sejarah baru bisa saja tercipta bagi sepak bola Indonesia. Sebuah peluang kecil yang mungkin berubah menjadi kisah besar bagi Timnas Indonesia.(*)
