Sabtu, 21 Februari 2026

Marseille Tersungkur di Kandang Brest

Berita Terkait

Brace Ludovic Ajorque antar Stade Brestois 29 amankan kemenangan atas Marseille. (@SB29/X)

batampos – Stade Brestois 29 (Brest) meraih kemenangan telak 2-0 atas Olympique de Marseille dalam laga Ligue 1 di Stade Francis-Le Ble, Brest, pada Sabtu (21/2). Dua gol itu seluruhnya dicetak oleh Ludovic Ajorque di babak pertama yang membuat pelatih baru Marseille Habib Beye gagal membuat debut gemilang.

Brest langsung menunjukkan ancaman sejak awal pertandingan. Pada menit keenam, Kamory Doumbia melepaskan tembakan jarak jauh yang masih mampu diamankan kiper Marseille Geronimo Rulli. Tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-10. Ajorque membuka keunggulan Brest melalui sundulan dari tengah kotak penalti yang mengarah ke pojok kiri atas gawang dan membuat Brest unggul 1-0.

Marseille mencoba merespons melalui beberapa peluang, termasuk tendangan bebas Mason Greenwood pada menit kedelapan yang masih melambung di atas mistar gawang. Sementara itu, Brest justru berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-29.

Berawal dari situasi bola mati, umpan silang Hugo Magnetti disambut sundulan Ajorque yang mengarah ke sudut bawah gawang tanpa mampu dihentikan Rulli. Skor pun berubah menjadi 2-0 untuk Brest dan bertahan hingga jeda babak pertama.

Memasuki babak kedua, Marseille berupaya bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Peluang demi peluang tercipta, termasuk sundulan Amine Gouiri pada menit ke-62 yang masih melebar tipis. Pelatih Marseille juga memasukkan Pierre-Emerick Aubameyang pada awal babak kedua untuk menambah daya gedor lini depan.

Dilansir dari ESPN, peluang terbaik Marseille datang pada menit ke-82 setelah pemain Brest melakukan pelanggaran terhadap Greenwood di dalam kotak penalti. Greenwood yang maju sebagai eksekutor gagal memperkecil ketertinggalan setelah tendangan penaltinya ke arah kiri bawah gawang berhasil ditepis Coudert.

Selain menggagalkan penalti, Coudert juga melakukan beberapa penyelamatan penting lainnya, termasuk menepis sundulan Hamed Traore di masa tambahan waktu. Marseille terus berupaya mencetak gol hiburan hingga akhir pertandingan, tetapi Brest mampu mempertahankan keunggulan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk kemenangan Brest tidak berubah. Meskipun demikian, hasil itu tidak mengubah posisi Marseille di papan atas Ligue 1 yang masih menempati peringkat keempat dengan 40 poin dari 23 pertandingan, selisih 12 poin dengan pemuncak klasemen Lens. Sementara itu, Brest telah mengamankan 30 poin dan berada di posisi ke-11 klasemen sementara Ligue 1 Prancis.

Dalam wawancara usai pertandingan bersama L’Equipe, Habib Beye yang baru resmi menjabat sebagai pelatih anyar Marseille sejak 19 Februari menegaskan bahwa timnya memang sedang berada dalam periode sulit, tetapi Beye menolak larut dalam tren negatif itu.

“Lapangan selalu membawa Anda kembali dan menghubungkan Anda lagi dengan sepak bola. Jadi tentu saja, dalam dinamika negatif seperti sekarang ini, situasinya sulit bagi tim. Namun, saya meminta mereka untuk tetap positif,” kata Beye.

Menurut Beye, proses membangun keterikatan hubungan bersama para pemain masih berlangsung. Beye pun menekankan bahwa tugasnya adalah menularkan keyakinan dan semangat kepada para pemain agar tim dapat segera bangkit dan keluar dari rangkaian hasil buruk.

“Kami baru mulai bekerja bersama, kami masih saling mengenal. Ada energi positif di dalam klub dan ke arah itulah kami harus melangkah. Tetapi ya, ketika Anda berada dalam tren negatif, sulit untuk menerima kekalahan lagi dalam situasi seperti ini,” ujar Beye. (*)

ReporterJPGroup

Update