
batampos – Penunjukan Igor Tudor sebagai pelatih sementara Tottenham Hotspur memicu gelombang kritik dari suporter. Mayoritas fans mempertanyakan keputusan manajemen yang memilih pelatih asal Kroasia itu untuk menangani tim hingga akhir musim.
Keputusan tersebut diambil setelah Spurs memecat Thomas Frank. Manajemen klub, termasuk CEO Vinai Venkatesham, disebut menilai Tudor sebagai sosok yang tepat untuk solusi jangka pendek di tengah situasi sulit yang dialami tim.
Namun respons publik cenderung negatif. Sejumlah akun penggemar di platform X menilai pergantian pelatih bukanlah akar persoalan internal klub.
Bahkan ada yang menyebut penunjukan Tudor sebagai “menandatangani surat kematian sendiri”, merujuk pada kekhawatiran ancaman degradasi.
Kritik tersebut tak lepas dari rekam jejak Tudor di level elite Eropa. Saat menangani Juventus, ia hanya bertahan 24 pertandingan sebelum dipecat. Sebelumnya, ia juga melatih Lazio dengan hasil yang dinilai belum sepenuhnya meyakinkan.
Sebagian fans berspekulasi penunjukan ini hanya bersifat sementara sebelum klub mendatangkan pelatih dengan nama lebih besar pada musim panas mendatang. Meski demikian, ada pula pendukung yang mencoba realistis. Mereka menilai Tudor setidaknya memiliki kapasitas untuk menyelamatkan Spurs dari zona degradasi.
Secara taktik, Tudor dikenal mengandalkan formasi tiga bek, terutama 3-4-2-1 atau 3-5-2. Saat melatih Juventus, ia kerap memainkan duet penyerang seperti Dusan Vlahovic dan Jonathan David.
Pendekatan serupa berpotensi diterapkan di Tottenham. Kombinasi Randal Kolo Muani dan Dominic Solanke bisa menjadi opsi di lini depan, dengan Xavi Simons berperan sebagai gelandang serang di belakang mereka.
Di sektor pertahanan, trio Cristian Romero, Micky van de Ven, dan Radu Drăgușin diprediksi mengisi posisi bek tengah. Sementara peran wing-back kemungkinan ditempati Djed Spence dan Pedro Porro, jika kondisi kebugaran tim memungkinkan.
Tudor sebelumnya menegaskan preferensinya terhadap sepak bola yang berani dan intens. Filosofi itu dinilai sejalan dengan karakter permainan menyerang yang identik dengan Spurs dalam beberapa musim terakhir.
Meski memiliki pendekatan taktis yang jelas, Tudor menghadapi tantangan besar. Selain tekanan untuk meraih hasil instan, ia juga harus mengembalikan kepercayaan publik yang terlanjur skeptis.
Beberapa pengamat menyarankan Tottenham mencari pelatih dengan reputasi lebih kuat untuk proyek jangka panjang. Namun untuk saat ini, fokus utama Tudor adalah mengamankan posisi klub di klasemen dan menstabilkan performa tim di kompetisi domestik. (*)
