
batampos – Pep Guardiola menegaskan Manchester City belum menyerah dalam perburuan gelar Liga Inggris musim 2025/2026, meski jarak dengan Arsenal di puncak klasemen kini melebar menjadi enam poin. Keyakinan itu disampaikan usai City hanya mampu bermain imbang 2–2 saat bertandang ke markas Tottenham Hotspur.
Manchester City sebenarnya tampil meyakinkan di babak pertama. Dua gol cepat dari Rayan Cherki lewat sepakan keras kaki kanan, disusul Antoine Semenyo, membawa tim tamu unggul 2–0 sebelum jeda.
Namun keunggulan tersebut sirna di paruh kedua. Tottenham bangkit dan menyamakan kedudukan melalui dua gol Dominic Solanke. City terhindar dari kekalahan berkat serangkaian penyelamatan krusial kiper Gianluigi Donnarumma yang menjaga skor tetap imbang hingga peluit akhir.
Hasil ini membuat Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan enam poin atas City. Situasi kian menantang karena tim asuhan Guardiola harus menghadapi laga berat melawan Liverpool pada pekan berikutnya.
Meski demikian, Guardiola menolak menurunkan target juara. “Selama masih ada peluang, harapan akan selalu ada. Dalam pertandingan seperti ini, biasanya kami menemukan cara untuk menang, tetapi hari ini tidak terjadi,” ujar Guardiola.
Pelatih asal Catalunya itu mengakui timnya mengalami banyak kesulitan, namun tetap melihat perkembangan positif.
“Kami mengalami masalah dalam beberapa aspek, tetapi para pemain kembali menunjukkan semangat yang sangat baik. Itu penting,” tambahnya.
Guardiola juga kembali meluapkan kekecewaan terhadap sejumlah keputusan wasit. Dalam laga melawan Tottenham, ia menyoroti proses terjadinya gol pertama Solanke.
Tayangan ulang memperlihatkan Solanke menendang bagian belakang kaki Marc Guehi saat perebutan bola di area penalti sebelum bola melewati garis gawang.
Menurut Guardiola, situasi serupa kerap berujung penalti jika dilakukan oleh pemain bertahan.
“Jika bek tengah melakukan itu kepada seorang penyerang, biasanya itu penalti. Momentum di Liga Premier sangat menentukan, dan ketika Anda kebobolan seperti itu, Anda tidak bisa mengendalikannya,” ucapnya.
Meski frustrasi, Guardiola menegaskan hasil imbang ini akan menjadi pelajaran berharga bagi timnya.
“Ini akan membuat kami lebih kuat dan lebih baik, terutama bagi banyak pemain ke depannya,” kata pelatih berusia 55 tahun itu. (*)
