
batampos – Keberhasilan Chelsea melaju ke babak 16 besar Liga Champions setelah kemenangan dramatis 3-2 atas Napoli harus dibayangi kabar buruk.
Sebuah regulasi UEFA yang jarang diketahui umum berpotensi memaksa The Blues terusir dari kandang mereka sendiri Stamford Bridge pada laga Maret mendatang.
Dilansir dari Daily Mail (31/1), Chelsea terancam tidak dapat memainkan laga kandang di London karena adanya aturan bentrok jadwal di kota yang sama (city clash).
Akar permasalahannya terletak pada keberhasilan tiga klub London, yaitu Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Chelsea yang semuanya lolos ke fase gugur. Berdasarkan jadwal, pertandingan akan berlangsung pada 17 dan 18 Maret 2026.
Namun, UEFA memiliki aturan ketat yang melarang dua pertandingan besar digelar di kota yang sama atau dalam radius 30 mil (sekitar 48 kilometer) pada malam yang sama.
Alasan utamanya ialah faktor keamanan, sebab kepolisian setempat dianggap tidak akan mampu menjamin keamanan maksimal jika massa suporter dari dua atau tiga pertandingan besar berkumpul di satu kota secara bersamaan.
Dalam situasi itu, Chelsea berada di posisi yang paling tidak menguntungkan karena Arsenal dan Tottenham Hotspur memiliki peringkat yang lebih tinggi pada papan klasemen.
Arsenal yang berada di posisi puncak dan Tottenham di posisi keempat membuat keduanya mendapatkan hak prioritas untuk tetap bermain di kandang sesuai jadwal utama.
Berdasarkan regulasi UEFA, klub dengan peringkat klasemen lebih rendah wajib mencari opsi lain jika jadwal mereka bentrok. Alhasil, Chelsea terancam harus mendaftarkan stadion netral di luar London jika gagal mengantongi dispensasi khusus.
Namun, masih ada celah yang dapat diambil Chelsea dengan mengajukan permohonan untuk membalikkan urutan laga (reverse the tie).
Jika biasanya tim yang lolos dengan status tertentu bermain di kandang pada leg kedua, Chelsea dapat memilih bermain di kandang pada leg pertama untuk menghindari bentrok jadwal, asalkan kesepakatan dicapai sebelum pengundian dilakukan.
Opsi lain ialah dengan menggeser jadwal ke hari Kamis. Namun, langkah itu diprediksi akan mendapat tentangan keras dari pemegang hak siar televisi yang sudah memiliki kontrak ketat untuk slot Selasa dan Rabu malam.
Hingga saat ini, manajemen Chelsea dikabarkan terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas keamanan London dan UEFA. Pihak klub berargumen bahwa pada akhir pekan, London sering kali menggelar beberapa pertandingan sekaligus tanpa kendala keamanan yang berarti.
Seorang juru bicara UEFA menyatakan bahwa diskusi mengenai penjadwalan itu masih berlangsung.
“Diskusi mengenai penjadwalan sedang dilakukan dengan otoritas lokal terkait bentrokan kota untuk pertandingan mendatang, termasuk yang akan dimainkan pada bulan Maret,” kata juru bicara UEFA dikutip dari Daily Mail.(*)
