
batampos – Bintang Tottenham Hotspur, Randal Kolo Muani, dilaporkan mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai Ferrari Purosangue miliknya menuju Bandara Stansted pada Selasa (27/1) waktu setempat.
Dilansir Daily Mail, insiden terjadi ketika ban depan kanan Ferrari hitam Kolo Muani meledak secara tiba-tiba di jalan tol M25, Hertfordshire. Ledakan ban membuat kendali mobil terganggu dan mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan kendaraan mewah yang diperkirakan bernilai 400 ribu GBP (sekitar 9 miliar rupiah).
Rekan setimnya, Wilson Odobert, yang berkendara di belakang, segera menepikan mobil untuk memastikan kondisi Kolo Muani. Foto-foto di lokasi menunjukkan kedua pemain berdiri di bahu jalan, sementara Ferrari Purosangue milik Kolo Muani ringsek di bagian bumper depan.
Pelatih Tottenham Hotspur, Thomas Frank, memastikan kedua pemain dalam kondisi baik dan tidak mengalami cedera fisik. “Keduanya baik-baik saja. Ini hanya kecelakaan kecil akibat ban meledak. Semua selamat, hanya sedikit terlambat dari jadwal, tetapi tetap akan terbang menyusul tim,” kata Frank.
Kecelakaan ini menjadi drama tambahan bagi Tottenham yang tengah bersiap menghadapi Liga Champions melawan Eintracht Frankfurt di Jerman pada Kamis (29/1). Kehadiran Kolo Muani dan Odobert tentu melegakan, tetapi tim masih menghadapi badai cedera. Saat ini, Spurs hanya memiliki 11 pemain senior fit untuk posisi outfield.
Beberapa pemain kunci juga absen, termasuk Pedro Porro yang cedera hamstring dan diperkirakan menepi empat minggu, serta bek andalan Micky van de Ven yang tidak ikut rombongan ke Frankfurt karena masalah kebugaran, meski diharapkan kembali saat menghadapi Manchester City pada 1 Februari.
“Situasinya memang tidak ideal. Kami lebih suka semua pemain terbaik berada di lapangan. Namun, skuad ini memberi kesempatan bagi pemain lain untuk tampil maksimal,” tambah Frank.
Meskipun posisi Tottenham di fase gugur telah aman, kemenangan atas Frankfurt akan memastikan tim asuhan Thomas Frank berada di delapan besar dan langsung lolos ke babak 16 besar Liga Champions tanpa harus melalui babak playoff. (*)
