Sabtu, 24 Januari 2026

Juara Piala Afrika, Pemain Timnas Senegal Dapat Bonus Rp2,2 Miliar plus Tanah

Berita Terkait

Senegal juara Piala Afrika.

batampos – Timnas Senegal sukses mengukuhkan diri sebagai raja sepak bola Afrika. Mereka berhasil menumbangkan Maroko di partai final Piala Afrika (AFCON) 2025. Atas raihan itu, para pemain mendapatkan bonus fantastis.

Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye secara resmi mengumumkan pemberian bonus fantastis kepada skuad timnas Senegal asuhan Pape Thiaw. Hal itu sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka mengharumkan nama bangsa di dunia sepak bola khusunya piala Afrika.

Dilansir dari ESPN, pemerintah Senegal telah menyiapkan paket kesejahteraan yang sangat fantastis bagi seluruh elemen tim. Sebanyak 28 pemain yang terdaftar dalam skuad masing-masing berhak membawa pulang uang tunai sebesar 75 juta CFA francs (sekitar Rp 2,2 miliar).

Tidak hanya itu, negara juga menghibahkan aset properti berupa sebidang tanah seluas seribu lima ratus meter persegi di kawasan strategis pesisir pantai.

Apresiasi serupa juga merambah hingga ke jajaran manajemen. Anggota federasi sepak bola Senegal dilaporkan menerima bonus sebesar 50 juta CFA francs (sekitar Rp 1,5 miliar) beserta lahan seluas seribu meter persegi.

Sementara itu, anggota delegasi lainnya mendapatkan uang tunai 20 juta CFA francs (sekitar Rp 600 juta) ditambah kepemilikan tanah seluas 500 meter persegi. Total anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk bonus tunai saja mencapai 2,1 miliar CFA francs atau (sekitar Rp 63 miliar).

Kemenangan itu menjadi gelar AFCON kedua bagi Senegal, sekaligus mempertegas posisi mereka di sepak bola Afrika.

Kemenangan timnas Senegal diraih melalui laga yang penuh tensi di Stadion Rabat, Maroko, pada Senin (19/1). Pertandingan final piala Afrika itu berlangsung sengit hingga memaksa kedua tim bermain ke babak perpanjangan waktu setelah skor kacamata bertahan di waktu normal.

Laga itu juga sempat diwarnai aksi protes pemain Senegal yang hampir meninggalkan lapangan (walk out) akibat keputusan penalti dari wasit yang dinilai kontroversial. Namun, kepemimpinan Sadio Mane di lapangan berhasil meredam emosi rekan setimnya untuk terus melanjutkan pertandingan.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit keempat babak perpanjangan waktu. Pape Gueye muncul sebagai pahlawan melalui gol spektakuler yang mengunci kemenangan 1-0 atas Maroko. Hasil itu sekaligus memupuskan harapan Maroko untuk mengakhiri puasa gelar Piala Afrika yang telah berlangsung sejak 1976.

Sekembalinya ke Dakar, ribuan pendukung Senegal menyambut bus terbuka yang membawa para pemain menuju Istana Kepresidenan. Dalam pidato resminya, Presiden Faye menegaskan bahwa prestasi itu merupakan bukti nyata dari disiplin dan kepercayaan diri rakyat Senegal.

”Kalian telah menunjukkan melalui contoh bahwa ketika rakyat Senegal melangkah maju bersama dengan disiplin dan kepercayaan diri, tidak ada tantangan yang berada di luar jangkauan mereka,” kata Faye.(*)

ReporterJPGroup

Update