
batampos – Di tengah gejolak yang melanda Real Madrid dalam sepekan terakhir, Jose Mourinho menepis spekulasi yang mengaitkannya dengan kepulangan ke ibu kota Spanyol. Pelatih asal Portugal itu bahkan menggambarkan situasi yang tengah terjadi di tubuh Los Blancos sebagai sebuah “sinetron”.
Situasi di Real Madrid memanas setelah klub menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai manajer baru usai berpisah dengan Xabi Alonso. Arbeloa, yang berusia 43 tahun, ditugaskan memimpin Madrid hingga akhir musim. Namun, masa depannya masih belum pasti, termasuk apakah ia akan bertahan hingga musim 2026/2027.
Kepergian Alonso membuat sejumlah nama manajer ternama dikaitkan dengan kursi pelatih Madrid. Salah satunya adalah Mourinho. Namun, ketika ditanya soal peluang kembali ke Santiago Bernabéu, Mourinho memberikan jawaban khas yang menyiratkan penolakannya terhadap spekulasi tersebut.
“Jangan mengandalkan saya untuk sinetron. Ada sinetron yang bagus, tetapi sangat panjang. Jika Anda melewatkan satu atau dua episode, Anda akan kehilangan jejak. Jangan mengandalkan saya, karena saya tidak menonton sinetron,” ujar Mourinho, dikutip dari Diario AS.
Pernyataan itu sekaligus meredam rumor yang menyebut Mourinho sebagai kandidat utama pengganti Alonso. Sebelumnya, media Spanyol melaporkan bahwa pelatih yang kini menangani Benfica itu menjadi pilihan favorit Presiden Real Madrid, Florentino Pérez, untuk menjadi manajer permanen klub.
Beberapa jam setelah kepergian Alonso, El Partidazo de COPE melaporkan bahwa meski Arbeloa bertanggung jawab hingga akhir musim, Pérez disebut-sebut memiliki keinginan kuat membawa kembali Mourinho pada musim mendatang.
“Hubungan Mourinho dengan Pérez tetap kuat, dan ia menjelaskan bahwa tidak akan terkejut jika sang presiden mendorong pelatih asal Portugal itu untuk kembali melatih untuk kedua kalinya,” ujar jurnalis asal Madrid, Alfredo Relaño.
Mourinho sebelumnya melatih Real Madrid pada periode 2010–2013. Ia datang dengan misi mengakhiri dominasi Barcelona di bawah Pep Guardiola dan sukses mempersembahkan tiga trofi utama dalam tiga musim.
Salah satu pencapaian paling bersejarah Mourinho adalah membawa Real Madrid menjadi tim pertama dalam sejarah La Liga yang menorehkan 100 poin pada musim 2011/2012.
Meski telah menutup kemungkinan kembali ke Bernabéu, Mourinho tetap menjadi sosok yang dicintai sebagian besar penggemar Real Madrid. Ia juga menjadi figur inspiratif bagi banyak orang, termasuk Álvaro Arbeloa, yang kerap menyebut dirinya sebagai seorang “Mourinhista”. (*)
