Kamis, 15 Januari 2026

Meski Mahal, FIFA Terima Lebih 500 Juta Permohonan Tiket Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Piala Dunia 2026. (fifa.com)

batampos – FIFA menerima lebih dari setengah miliar permohonan tiket untuk Piala Dunia 2026 pada fase penjualan terbaru, meski ajang tersebut menuai kritik dari penggemar terkait harga tiket yang dinilai mahal.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu, badan sepak bola dunia itu menyebut Jerman menjadi negara dengan jumlah permohonan tiket terbanyak di luar tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Fase penjualan tiket berlangsung sejak 11 Desember hingga Selasa (waktu setempat). Pada tahap ini, untuk pertama kalinya FIFA membuka penjualan tiket pertandingan individu serta tiket khusus untuk tim tertentu di fase grup.

FIFA menyatakan para peminat akan diberi tahu paling lambat pada 5 Februari mendatang terkait hasil pengundian acak, apakah permohonan tiket mereka berhasil atau tidak.

Bagi pemohon yang belum beruntung, kesempatan membeli tiket masih terbuka pada fase penjualan kedua yang akan berlangsung hingga turnamen berakhir.

“Lebih dari setengah miliar permohonan tiket dalam waktu lebih dari satu bulan bukan sekadar angka permintaan, ini adalah pernyataan global,” kata Presiden FIFA Gianni Infantino, dilansir kantor berita Jerman, DPA.

Selama periode penjualan tersebut, FIFA juga memperkenalkan kategori tiket baru sebagai respons atas kritik global terkait tingginya harga tiket Piala Dunia 2026.

Kategori baru bernama Supporter Entry Tier ini berlaku untuk seluruh 48 tim peserta Piala Dunia 2026 serta semua pertandingan yang digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Namun demikian, FIFA menegaskan tiket dengan harga lebih terjangkau ini jumlahnya terbatas.

FIFA mengalokasikan delapan persen tiket setiap pertandingan untuk pendukung masing-masing tim melalui asosiasi sepak bola nasional. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 10 persen yang masuk dalam kategori tiket Supporter Entry Tier. (*)

Sumber Beritadpa

Update