
batampos – Dinamika bursa transfer sepak bola Eropa di penghujung 2025 menghadirkan kejutan besar. Meski mulai menemukan kembali performa terbaiknya di lapangan, bintang Manchester City Phil Foden justru mengalami penurunan nilai pasar paling signifikan di antara pemain top Eropa.
Berdasarkan data terbaru Transfermarkt, nilai pasar Foden merosot hingga 60 juta euro atau sekitar Rp1,18 triliun dalam kurun satu tahun kalender. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar di liga-liga elite Eropa pada 2025.
Saat ini, gelandang serang berusia 25 tahun itu diperkirakan memiliki nilai pasar sebesar 80 juta euro atau setara Rp1,57 triliun, hampir separuh dari valuasi sebelumnya.
Penurunan nilai ini terbilang ironis karena Foden mulai menunjukkan tren performa positif. Musim ini, ia telah mencatatkan 10 gol dan 4 assist serta kembali mendapat kepercayaan membela tim nasional Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel.
Namun, dilansir dari Daily Mail, valuasi pasar Foden masih dipengaruhi performa kurang konsisten Manchester City pada musim lalu. Sepanjang kampanye tersebut, Foden hanya mencetak 13 gol dari 49 penampilan, yang berdampak signifikan terhadap penilaian pasar.
Selain Foden, rekan setimnya di Manchester City, Rodri, menempati posisi kedua pemain paling terdevaluasi. Pemenang Ballon d’Or 2024 itu mengalami penurunan nilai sebesar 55 juta euro atau sekitar Rp1,08 triliun, sehingga kini bernilai 75 juta euro (Rp1,47 triliun).
Berbeda dengan Foden, penurunan nilai Rodri lebih dipicu cedera lutut serius yang disusul masalah hamstring berkepanjangan, membuatnya jarang tampil bersama skuat Pep Guardiola.
Fenomena penurunan nilai pasar juga melanda Real Madrid. Vinicius Junior, yang sempat difavoritkan meraih Ballon d’Or, mengalami penurunan performa setelah gagal memenangkan penghargaan tersebut. Di bawah asuhan pelatih anyar Xabi Alonso, Vinicius baru mencetak lima gol musim ini.
Akibatnya, nilai pasar Vinicius turun sebesar 50 juta euro atau sekitar Rp986 miliar, dengan valuasi terkini berada di angka 150 juta euro (Rp2,95 triliun).
Dua pemain Real Madrid lainnya, Rodrygo dan Eduardo Camavinga, juga masuk daftar 10 besar pemain paling terdevaluasi. Rodrygo mengalami penurunan nilai sebesar 40 juta euro (Rp789 miliar), sementara Camavinga turun 30 juta euro (Rp591 miliar).
Di Liga Inggris, tren serupa dialami kapten Arsenal Martin Odegaard dan gelandang Liverpool Florian Wirtz. Odegaard kehilangan nilai pasar sebesar 35 juta euro (Rp690 miliar) akibat cedera berkepanjangan.
Sementara itu, Florian Wirtz yang didatangkan Liverpool dengan status rekrutan termahal dalam sejarah Liga Inggris, mengalami penurunan nilai 30 juta euro menjadi 110 juta euro (Rp2,17 triliun), seiring kesulitan adaptasi di Premier League. (*)
