Senin, 19 Januari 2026

Pesepak Bola Burundi Meninggal di Lapangan, Diduga Telan Jimat

Berita Terkait

Jay Idzes Bikin Rasmus Hojlund Mati Kutu

Isu Kembali ke Bernabeu, Mourinho Pilih Menjauh

Liverpool Seri Lagi, Fans Frustrasi

Pemain Liga Divisi Dua Burundi, Igiraneza Aime Gueric kolaps di tengah lapangan. F. via Sinar Harian.

batampos – Dunia sepak bola Burundi dikejutkan oleh insiden tragis. Seorang pemain Liga Divisi Dua Burundi, Igiraneza Aime Gueric, meninggal dunia secara mendadak setelah rebah saat pertandingan tengah berlangsung.

Gueric yang berposisi sebagai gelandang dan membela klub Les Guêpiers du Lac tiba-tiba terjatuh ketika timnya menghadapi LLB Amasipiri Never Give Up di Pusat Teknikal Nasional Ngaraga, Sabtu lalu.

Tim medis yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama di atas lapangan sebelum membawa korban ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan. Namun, nyawa Gueric tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian.

Federasi Sepak Bola Burundi (FFB) melalui pernyataan resmi mengonfirmasi peristiwa tersebut serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan klub yang dibelanya. Meski demikian, FFB belum mengungkapkan penyebab pasti kematian sang pemain.

Mengutip laporan Daily Sports, sejumlah penonton yang menyaksikan laga tersebut mengaitkan kematian Gueric dengan dugaan ritual mistik yang disebut-sebut dilakukan saat pertandingan berlangsung.

Pemain itu diduga meletakkan koin di bawah lidah yang dipercaya sebagai jimat untuk memperoleh keunggulan dalam permainan. Namun, koin tersebut disebut tertelan secara tidak sengaja, menyebabkan korban sesak napas hingga akhirnya kolaps dan meninggal dunia.

Laporan RMC Sport menyebutkan, ini bukan kali pertama Gueric dikaitkan dengan isu penggunaan praktik mistik. Ia sebelumnya sempat menghadapi tuduhan serupa, namun selalu membantahnya.

Hingga kini, belum ada laporan autopsi resmi terkait penyebab kematian Gueric. Informasi yang beredar masih bersumber dari keterangan saksi mata dan penonton di stadion.

Tragedi ini memicu desakan dari berbagai pihak di Burundi agar para pesepak bola diberi edukasi mengenai bahaya penggunaan praktik spiritual atau mistik demi mengejar kemenangan.

Federasi sepak bola setempat juga dilaporkan telah melarang penggunaan ‘gris-gris’ (jimat) di lingkungan pertandingan karena dinilai berisiko membahayakan keselamatan pemain. (*)

Sumber BeritaSinar Harian

Update