
batampos – Legenda sepak bola Zinedine Zidane hadir langsung menyaksikan putranya, Luca Zidane, mencatatkan debut gemilang di Piala Afrika (AFCON) 2025 dengan kemenangan telak 3-0 untuk Aljazair di Stadion Moulay El Hassan, Maroko, pada Rabu (24/12).
Kehadiran Luca Zidane di skuad Fennec Foxes membawa warna baru bagi tim asuhan Vladimir Petkovic.
Meski menyandang nama besar Zinedine Zidane, kiper Granada berusia 27 tahun itu tidak ingin dibayang-bayangi oleh nama besar sang ayah dan memilih untuk membangun identitas internasionalnya sendiri dengan membela Aljazair.
Keputusan Luca Zidane untuk membela Aljazair ketimbang Prancis bukanlah tanpa pertimbangan matang. Dilansir dari BeIN Sports, Kamis (25/12), Luca mengungkapkan bahwa faktor budaya dan restu kakeknya menjadi kunci utama.
“Saat memikirkan Aljazair, saya langsung teringat kakek saya. Budaya Aljazair selalu kental di keluarga kami. Saya berbicara dengan kakek sebelum bergabung dengan tim nasional dan dia sangat emosional,” ungkap Luca.
Proses perpindahan kewarganegaraan Luca disetujui FIFA pada 19 September lalu. Keputusan ini terasa tepat mengingat sulitnya menembus dominasi kiper di timnas senior Prancis.
Di Aljazair, Luca diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang setelah era Rais M’Bolhi yang telah bertahan lebih dari satu dekade.
Pertandingan pembuka Grup E itu menjadi panggung pembuktian Luca. Dilansir dari ESPN, Kamis (25/12), Luca tampil sangat tenang meski Sudan sempat memberikan ancaman balik melalui Yaser Awad.
Luca melakukan penyelamatan penting yang menggagalkan peluang emas lawan di babak pertama, memastikan gawangnya tetap perawan hingga peluit akhir.
Di tribun, setiap kali layar lebar stadion menampilkan wajah Zinedine Zidane, gemuruh sorak-sorai suporter Aljazair pecah. Mereka menyambut hangat keluarga sang legenda yang ikut menjadi bagian dari perjuangan tim nasional Aljazair.
Kapten Aljazair, Riyad Mahrez, pun memberikan apresiasi tinggi terhadap adaptasi Luca.
“Luca sama seperti pemain lainnya. Dia menetap dengan baik dan memberikan segalanya untuk tim. Namun, harus diakui, nama belakangnya memang membawa beban tersendiri,” ujar Mahrez yang mencetak dua gol dalam laga melawan Sudan. (*)
