
batampos – FIFA resmi mengesahkan hadiah uang tunai sebesar US$50 juta atau sekitar Rp790 miliar bagi negara yang keluar sebagai juara Piala Dunia musim panas mendatang, di tengah memanasnya polemik harga tiket turnamen tersebut.
Persetujuan itu diambil dalam rapat Dewan FIFA yang digelar di Doha, Rabu (17/12). Dalam pertemuan tersebut, FIFA juga menetapkan total dana hadiah turnamen mencapai US$727 juta atau sekitar Rp11,4 triliun, meningkat 50 persen dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Selain hadiah prestasi, setiap negara peserta akan menerima US$1,5 juta atau sekitar Rp23,7 miliar sebagai dana persiapan. FIFA juga menjamin minimal tambahan US$9 juta atau setara Rp142,2 miliar bagi tim yang tampil di fase grup.
Pengesahan skema hadiah ini muncul di saat FIFA menghadapi kritik dari kelompok suporter yang menuding badan sepak bola dunia tersebut memainkan “permainan pencitraan” terkait kebijakan harga tiket.
Sebelumnya, FIFA mengumumkan bahwa tiket dengan harga US$60 atau sekitar Rp948 ribu akan tersedia melalui kuota yang dijual oleh asosiasi nasional kepada pendukung paling setia. Kebijakan ini muncul setelah kritik luas terhadap struktur harga awal yang dirilis FIFA pekan lalu.
Namun, tiket murah tersebut hanya mencakup 10 persen dari total kuota yang tersedia.
Sebagai contoh, pada laga Inggris melawan Kroasia, kebijakan itu hanya menguntungkan sekitar 400 orang dari lebih 4.000 pendukung yang berhak membeli tiket melalui kuota England Supporters Travel Club (ESTC).
Sementara itu, bagi mayoritas penonton lainnya, harga tiket laga pembuka disebut akan dimulai dari US$230 atau sekitar Rp3,63 juta, dan melonjak tajam hingga US$4.185 atau sekitar Rp66,1 juta untuk menyaksikan pertandingan final.
