
batampos – Cristian Chivu menegaskan bahwa pihaknya lebih fokus ke pertandingan ketimbang pada klasemen Serie A saat ini usai Inter merebut kembali posisi puncak pascamenang 2-1 atas Genoa pada Minggu (14/12) malam.
“Saya suka berbicara tentang pertandingan dan apa yang saya lihat di lapangan,” kata Chivu kepada wartawan dikutip dari Fotmob.
Yann Bisseck dan Lautaro Martinez mencetak kedua gol Inter, sedangkan Genoa memperkecil kekalahan melalui Vitinha, demikian catatan Serie A.
Inter menempati posisi pertama klasemen Liga Italia dengan 33 poin dari 15 pertandingan, unggul satu poin dari AC Milan di peringkat kedua.
Sebaliknya Genoa tertahan di peringkat ke-16 dengan 14 poin dari 15 pertandingan, berjarak dua poin dari zona degradasi.
Inter mengambil inisiatif menyerang dan unggul cepat pada menit keenam berkat gol yang dicetak oleh Yann Bisseck.
Inter terus memberikan tekanan kepada lini pertahanan Genoa dan berhasil menambah keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-38 melalui gol Lautaro Martinez.
Genoa tak bisa berbuat banyak karena Inter menunjukkan dominasinya sehingga babak pertama ditutup dengan skor 2-0 untuk tim tamu.
Pada babak kedua, Inter menunjukkan dominasi dengan kerap mengancam lini pertahanan Genoa, namun masih belum bisa menambah keunggulan.
Genoa yang kerap kesulitan membongkare lini pertahanan Inter baru bisa memperkecil ketertinggalan pada menit ke-68 berkat gol Vitinha.
Inter berusaha merapatkan lini pertahan sehingga Genoa semakin kesulitan mencari celah gol penyama kedudukan.
Statistik mencatatkan Inter Milan memang pantas menang, Nerazzurri mencatatkan total expected goals (xG) sebesar 1,3 dari 18 percobaan mereka dibandingkan dengan Genoa yang hanya 0,9 dari lima tembakan ke gawang Yann Sommer.
Ketika ditanya apakah ia merasa Inter terkadang diremehkan musim ini, Chivu menjawab diplomatis dan memilih merendah. “Beberapa bulan lalu, mereka memperkirakan kami akan finis di urutan kedelapan atau kesepuluh karena kami tampak sudah habis. Kami bekerja keras untuk menunjukkan kemampuan kami,” ujar pelatih asal Rumania ini.
“Bagi saya, kita membutuhkan sedikit konsistensi dalam segala hal, tetapi kita menyadari apa yang harus kita lakukan dan bagaimana kita harus melakukannya. Terkadang kita berhasil, terkadang tidak,” sambungnya.
Setelah merebut kembali posisi puncak, perhatian Inter kini akan beralih ke Supercoppa Italiana. La Beneamata akan menghadapi juara bertahan Coppa Italia, Bologna, di Riyadh 19 Desember.
“Pertandingan penting menanti kita di Riyadh. Kami tidak memikirkan hal lain,” pungkas Chivu. (*)
