Senin, 16 Februari 2026

Pelatih Nigeria Tuduh Kongo Gunakan Ilmu Hitam di Laga Play-off Piala Dunia

Berita Terkait

Pertandingan Nigeria melawan Republik Demokratik Kongo di Stade Prince Heritier Moulay Hassan, Rabat, Maroko, Senin (17/11). (CAF)

batampos – Pelatih kepala tim nasional Nigeria, Eric Chelle, melontarkan tudingan keras kepada Republik Demokratik Kongo setelah skuadnya gagal lolos ke Piala Dunia 2026 usai kalah lewat adu penalti.

Nigeria dan Kongo bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu pada final play-off zona Afrika di Rabat, Maroko. Kongo kemudian menang 4-3 lewat drama adu penalti dan memastikan tiket ke play-off antar benua di Meksiko pada Maret tahun depan.

Usai pertandingan, Chelle mengklaim melihat tindakan mencurigakan dari salah satu anggota tim Kongo. Demikian dikutip dari AFP. 

“Ada seseorang di tim mereka yang melakukan ‘voodoo’, setiap kali, setiap waktu,” ujar Chelle, mantan pemain timnas Mali yang sebelumnya mencatat empat kemenangan dan dua hasil seri dalam laga kompetitif sejak menangani Super Eagles.

Chelle mengakui sebelum pertandingan bahwa duel di Maroko akan menjadi tantangan berat. Kepada media, sambil memperagakan gerakan tangan, ia menyebut melihat seseorang dari tim Kongo “mengibaskan tangan seolah-olah menyembur atau mengguncang sesuatu.”

“Saya tidak tahu apakah itu air atau sesuatu yang lain,” tambahnya.

Dalam adu penalti yang berlangsung penuh tekanan, empat tendangan berhasil ditepis sementara satu lainnya melenceng. Kapten Kongo, Chancel Mbemba, tetap tenang mengeksekusi penalti penentu meski hujan deras mengguyur dan benda-benda sempat dilemparkan ke arah lapangan. Gol tersebut membawa Kongo selangkah lebih dekat menuju penampilan kembali di panggung dunia.

Nigeria, yang berada 19 peringkat lebih tinggi dari Kongo di ranking FIFA, awalnya diunggulkan dalam laga ini. Namun kekalahan tersebut membuat Super Eagles kembali gagal tampil di Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun, situasi yang belum pernah terjadi sejak debut mereka pada 1994.

Sebaliknya, Kongo terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 1974 saat negara kaya mineral itu masih bernama Zaire.

(*)

Update