
batampos – Pemain Manchester United mendapat peringatan tegas dari sang pelatih, Ruben Amorim, menjelang laga berat melawan Tottenham Hotspur di lanjutan Premier League akhir pekan ini. Amorim mengaku tidak puas dengan beberapa aspek permainan timnya dalam hasil imbang 2-2 melawan Nottingham Forest pekan lalu.
Setan Merah sejatinya sempat unggul 1-0 di babak pertama lewat gol Casemiro yang memanfaatkan umpan dari Bruno Fernandes. Namun, performa United menurun drastis di awal babak kedua. Dalam waktu lima menit, Forest mampu membalikkan keadaan menjadi 2-1 di City Ground.
Beruntung, Amad Diallo menjadi penyelamat dengan gol indahnya yang memastikan United pulang dengan satu poin. Meski terhindar dari kekalahan, Amorim tidak menutup mata terhadap kelemahan timnya.
“Anda bisa menyerang dengan sangat baik, tapi kadang bertahan dengan baik justru membuat serangan menjadi lebih efektif,” ujar Amorim dalam konferensi pers di Carrington.
“Masalahnya bukan di serangan, tapi pada cara kami bertahan di dalam kotak penalti. Di pertandingan terakhir, kami terlalu mudah membiarkan lawan melepaskan umpan silang tanpa tekanan. Hal-hal kecil seperti itu kami perbaiki sepanjang pekan ini,” lanjutnya.
Statistik mendukung kekhawatiran Amorim. Menurut data WhoScored, Nottingham Forest melepaskan 17 tembakan ke gawang United jumlah yang dianggap terlalu banyak untuk tim sekelas Setan Merah.
“Kami tidak boleh membiarkan hal seperti itu terjadi lagi. Di awal musim, kami memang kebobolan, tapi lawan seperti Arsenal pun tak banyak mendapat peluang. Sedangkan melawan Forest, mereka punya 17 tembakan. Itu tak bisa dibiarkan,” tegas Amorim.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan, fokus utama saat ini bukan hanya soal mencetak gol, tetapi memperkuat pertahanan.
“Kami bisa menyerang dengan cara yang sama, bahkan mencetak lebih banyak gol. Tapi kami harus bertahan lebih baik,” pungkasnya.
Manchester United akan menghadapi Tottenham Hotspur di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (8/11). Laga ini diprediksi akan menjadi ujian penting bagi Amorim dan timnya, terutama dalam menunjukkan apakah mereka benar-benar belajar dari kesalahan di laga sebelumnya. (*)
