Selasa, 3 Februari 2026

Debut Bersama Arsenal, Viktor Gyokeres Bisa Ikuti Jejak Thierry Henry dan Dennis Bergkamp

Berita Terkait

Viktor Gyokeres belum cetak gol untuk Arsenal. (IMAGO/Sportimage)

batampos – Viktor Gyokeres memang belum menunjukkan performa terbaiknya dalam debut resmi di Premier League bersama Arsenal, namun para pendukung The Gunners diminta untuk bersabar. Legenda klub Ray Parlour menilai sang striker Swedia punya dua modal penting yang bisa membuatnya mengikuti jejak Dennis Bergkamp dan Thierry Henry – dua ikon yang juga butuh waktu sebelum bersinar di London Utara.

Mikel Arteta langsung mempercayai Gyokeres sebagai starter saat Arsenal menghadapi Manchester United di Old Trafford, Minggu (17/8). Namun, performa sang striker jauh dari kata impresif.

Statistik mencatat Gyokeres tidak melepaskan satu pun tembakan, kehilangan bola 11 kali, hanya memenangi satu dari enam duel udara, dan tiga kali melakukan pelanggaran. Setelah 60 menit, ia ditarik keluar dan digantikan oleh Kai Havertz.

Beruntung Arsenal tetap pulang dengan tiga poin berkat gol tunggal Riccardo Calafiori di babak pertama, memanfaatkan blunder kiper Altay Bayindir.

Parlour: Ada Dua Sisi Positif

Meski debutnya dinilai mengecewakan, Ray Parlour menegaskan bahwa Gyokeres tetap memperlihatkan potensi besar. Dua hal yang disorot adalah kekuatan fisiknya dalam permainan link-up dan pergerakannya di sisi sayap.

“Gyokeres memang tidak mencetak gol, tapi Anda bisa lihat kekuatan fisiknya akan sangat menyulitkan bek lawan. Ia juga berlari dengan baik ketika bola diarahkan ke sisi sayap. Link-up play-nya cukup bagus. Ini akan membuat Arsenal punya dimensi baru dalam serangan,” ujar Parlour kepada Sports Mole.

Parlour pun mengingatkan fans untuk tidak terburu-buru menghakimi. “Jangan lupa, Dennis Bergkamp dan Thierry Henry juga butuh waktu. Henry baru mencetak gol di laga kesembilannya. Bergkamp juga perlu delapan pertandingan untuk buka rekening gol. Jadi saya percaya Gyokeres akan berhasil,” tambahnya.

Mengikuti Jejak Henry dan Bergkamp

Henry kini masih tercatat sebagai top skor sepanjang masa Arsenal dengan 228 gol, meski gagal mencetak gol atau assist di delapan laga pertamanya pada 1999. Begitu juga Bergkamp, yang kemudian menjadi bagian vital era kejayaan Arsène Wenger meski start-nya juga lambat.

Paralel ini memberi harapan bahwa Gyokeres hanya perlu adaptasi sebelum benar-benar nyetel dengan gaya main Arteta.

Parlour juga menyinggung makna kemenangan tipis Arsenal atas Manchester United. Ia mengingatkan bahwa pada 1998 dan 2002, Arsenal juga menang 1-0 di Old Trafford – musim di mana mereka kemudian menjuarai liga.

“Menang 1-0 di sana sangat besar artinya. Tidak mudah bermain di Old Trafford, apalagi di laga pembuka musim. Arsenal bisa bertahan dengan solid, tapi masih butuh peningkatan dalam hal penyelesaian akhir,” kata mantan gelandang Arsenal itu.

Tantangan Berat Menanti

Arsenal kini bersiap menghadapi ujian lebih berat melawan Liverpool pada laga kedua Premier League, sebelum menjamu Leeds United di Emirates. Arteta mengakui bahwa serangan timnya masih perlu ditingkatkan agar tidak selalu bergantung pada gol tunggal.

Di sisi lain, Manchester United juga memberi sinyal ancaman dengan performa Benjamin Šeško yang cukup impresif meski hanya bermain 25 menit.

Debut Viktor Gyokeres mungkin belum sesuai ekspektasi, namun dengan fisik kuat, kemampuan link-up, serta kesabaran dari manajemen dan suporter, ia diyakini bisa berkembang seperti Henry dan Bergkamp. Arsenal pun tetap menjaga momentum dengan kemenangan penting di Old Trafford, sebuah awal yang memberi harapan besar untuk musim panjang yang menanti. (*)

Sumber BeritaJPGroup

Update