Senin, 26 Januari 2026

PBSI Hanya Targetkan Sebiji Gelar di Kejuaraan Dunia 2025

Berita Terkait

Fajar/Rian kembali berpasangan di Kejuaraan Dunia 2025. (dok. PBSI)

batampos – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah menetapkan target untuk Kejuaraan Dunia 2025. Federasi menargetkan ada satu gelar yang bisa dibawa pulang oleh tim bulu tangkis Indonesia, dan membebankan target itu kepada para pemain senior.

Indonesia mengirimkan total 12 wakil untuk berlaga di Kejuaraan Dunia 2025. Jumlah itu terdiri dari masing-masing tiga wakil dari sektor tunggal putra dan ganda putra, serta tiga sektor lain hanya punya dua wakil.

Ke-12 atlet Indonesia itu akan bertarung di Kejuaraan Dunia 2025, yang berlangsung di Adidas Arena, Paris, Prancis pada 25-31 Agustus mendatang. Mereka bakal memperebutkan lima emas atau status juara dunia.

Eng Hian selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, mengungkapkan bahwa federasi tak mematok target muluk-muluk. Tapi dia berharap satu wakil yang berhasil pulang dengan status juara dunia.

“Di Kejuaraan Dunia 2025 saya menargetkan satu gelar juara. Saya berharap dari semua sektor terutama pemain senior bisa menunjukkan prestasi,” kata Eng Hian dalam keterangan resmi PP PBSI, Kamis (14/8).

Namun tak disebutkan sosok senior yang dimaksud oleh Eng Hian. Tapi berkaca dari skuad Indonesia yang ikut serta di Kejuaraan Dunia 2025, ada beberapa nama yang diprediksi jadi andalan.

Mereka adalah Anthony Ginting dan Jonatan Christie dari tunggal putra, serta Gregoria Mariska Tunjung dari tunggal putri. Kemudian ada juga Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dari sektor ganda putra.

Lalu di ganda putri ada sosok Febriana Dwipiji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dan duet ganda campuran yang diwakili Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Nah Eng Hian menyatakan bahwa pemain senior yang dimaksud tak hanya untuk mereka yang berstatus anggota Pelatnas PBSI. Tapi juga berlaku untuk para pemain profesional seperti Jonatan dan Sabar/Reza.

“Semua pasti mau hasil yang terbaik, dukungan kami juga termasuk kepada pemain-pemain profesional, Jonatan dan Sabar/Reza,” jelas Didi, sapaan akrab Eng Hian.

Indonesia sendiri sudah cukup lama berada dalam masa paceklik gelar di Kejuaraan Dunia. Terakhir kali ada wakil Merah Putih yang menyabet status juara dunia adalah duet ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada 2019.

Setelahnya, Indonesia Raya tak pernah bisa berkumandang lagi. Adapun pada edisi terakhir di 2023, pencapaian terbaik adalah medali perak oleh Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva. (*)

Sumber BeritaJPGroup

Update