
batampos – Kabar buruk menimpa Crystal Palace setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) resmi menolak banding mereka terkait keputusan UEFA yang mencoret klub tersebut dari daftar peserta Liga Europa musim ini. Dengan hasil ini, tiket yang sebelumnya dipegang Palace resmi dialihkan ke Nottingham Forest, sementara The Eagles harus puas turun kasta ke babak playoff Liga Konferensi Eropa.
Keputusan ini datang hanya sehari setelah Palace merayakan kemenangan dramatis di ajang Community Shield lewat adu penalti melawan Liverpool, Minggu (10/8). Kemenangan itu menjadi gelar kedua mereka di Wembley dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, setelah sebelumnya mengalahkan Manchester City di final Piala FA. Namun, sorak-sorai kemenangan tersebut kini harus meredup akibat masalah hukum yang membelit mereka di level Eropa.
Awal Mula Masalah: Aturan Kepemilikan Ganda UEFA
Menurut laporan Sports Mole, masalah ini bermula dari temuan UEFA bahwa Crystal Palace melanggar aturan kepemilikan ganda klub. John Textor, yang saat itu menjadi pemilik mayoritas Lyon, masih tercatat memiliki pengaruh signifikan di Palace pada tenggat evaluasi 1 Maret 2025. Aturan UEFA melarang satu pemilik memiliki kendali terhadap dua klub berbeda yang sama-sama berkompetisi di turnamen Eropa pada musim yang sama.
“Sebagai upaya membuktikan bahwa dirinya tidak memiliki pengaruh langsung di balik layar Selhurst Park, Textor dilaporkan telah menjual sahamnya di Palace setelah tenggat waktu tersebut. Meski demikian, langkah itu tidak cukup untuk menghapus status pelanggaran yang sudah terjadi menurut regulasi,” tulis laporan tersebut.
Putusan CAS: Tiga Alasan Banding Ditolak
Sidang kasus ini berlangsung pada Jumat (8/8/2025), dan CAS akhirnya mengumumkan keputusan final pada Senin (11/8). Dalam pernyataannya, CAS menyebut ada tiga alasan utama mengapa banding Palace ditolak.
Pertama, aturan UEFA disebut jelas dan tidak memberi fleksibilitas bagi klub yang tidak memenuhi syarat pada tanggal evaluasi 1 Maret. Kedua, CAS mendukung klaim UEFA bahwa Textor memang memiliki pengaruh yang menentukan terhadap klub pada tanggal tersebut. Ketiga, argumen bahwa Palace diperlakukan tidak adil dibandingkan Lyon dan Nottingham Forest juga ditolak mentah-mentah oleh CAS.
Keputusan ini berarti Nottingham Forest akan langsung masuk ke fase liga Liga Europa musim ini. Sementara itu, Palace harus turun ke playoff Liga Konferensi Eropa dan memulai perjalanan Eropa mereka dari babak kualifikasi.
Dampak untuk Crystal Palace
Bagi manajer Oliver Glasner, keputusan ini mengubah peta musim yang sudah dirancang. Palace harus bersiap tampil di laga playoff Liga Konferensi Eropa yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu 10 hari. Lawan mereka akan ditentukan dari pemenang duel antara Fredrikstad (Norwegia) dan FC Midtjylland (Denmark).
Melihat hasil leg pertama, Midtjylland unggul 3-1 saat bertandang ke markas Fredrikstad, sehingga peluang besar mereka untuk lolos sangat terbuka. Jika tidak ada kejutan besar di leg kedua yang digelar Kamis mendatang, Palace kemungkinan besar akan menghadapi wakil Denmark itu di Selhurst Park pada 21 Agustus 2025.
Namun sebelum fokus ke kompetisi Eropa, Palace harus melakoni laga Premier League melawan Chelsea di Stamford Bridge pada 17 Agustus. Laga ini menjadi ujian penting untuk menjaga momentum positif setelah keberhasilan di Community Shield.
Nottingham Forest Jadi Pemenang Tak Langsung
Keputusan CAS ini menjadi kabar gembira bagi Nottingham Forest. Klub ini awalnya tidak lolos ke Liga Europa lewat jalur reguler, namun mendapatkan keuntungan karena situasi yang menimpa Palace. Forest kini dipastikan akan bermain di fase liga Liga Europa musim 2025/2026, kesempatan yang tentu ingin mereka manfaatkan untuk unjuk gigi di panggung Eropa.
Laporan Sports Mole menegaskan bahwa kasus Palace ini menjadi pengingat keras bagi klub-klub Eropa agar memastikan kepatuhan penuh terhadap aturan kepemilikan ganda. UEFA dan CAS sama-sama menegaskan tidak akan memberikan kelonggaran bagi pelanggaran yang sudah terjadi, bahkan jika kondisi kepemilikan berubah setelah tanggal evaluasi.
Kegagalan banding Crystal Palace di CAS menandai akhir dari harapan mereka untuk berlaga di Liga Europa musim ini. Meski di lapangan mereka sukses mengukir sejarah dengan menjuarai Piala FA dan Community Shield, di meja hijau mereka harus menerima kenyataan pahit.
Kini fokus klub beralih ke dua target: lolos ke fase grup Liga Konferensi Eropa dan menjaga performa di Premier League. Sementara itu, Nottingham Forest bisa mulai bersiap menghadapi tantangan baru di Liga Europa, sebuah kesempatan yang datang bukan karena jalur biasa, tetapi dari drama hukum yang melibatkan rivalnya. (*)
