Rabu, 21 Januari 2026

Menangkan F1 Hungaria 2025, McLaren Ungkap Strategi Balapan Lando Norris

Berita Terkait

Lando Norris. (Instagram @lando)

batampos – Setelah Lando Norris sukses merebut podium utama di Grand Prix Hungaria 2025, McLaren akhirnya mengungkap strategi yang mereka gunakan. Tim asal Inggris itu menjelaskan bahwa sejak awal, mereka memang merancang pendekatan balapan dengan skema dua kali pit stop sebagai taktik utama.

Namun, situasi balapan yang tidak terduga membuat Lando Norris beralih ke strategi satu pit stop, yang justru membuahkan hasil positif.

Dilansir dari laman Motorsport pada Selasa (5/8), Setelah start yang buruk dan kehilangan beberapa posisi, Norris memanfaatkan kondisi lintasan dan pergerakan mobil di depannya untuk tetap bertahan di trek lebih lama sebelum melakukan satu-satunya pit stop pada lap ke-31.

Sementara itu, Oscar Piastri tetap menjalankan strategi dua kali pit stop untuk mengungguli Charles Leclerc dari Ferrari.

Tim McLaren mencoba memanfaatkan undercut dan keunggulan delta ban untuk membantu Piastri menyalip Leclerc, namun strategi tersebut justru membuat Norris berada di posisi yang lebih menguntungkan.

Ketika Piastri akhirnya melakukan pit stop kedua, ia kehilangan waktu yang cukup signifikan, dan Norris mengambil alih posisi terdepan di antara keduanya.

Situasi ini memunculkan dugaan adanya keberpihakan McLaren terhadap Norris, namun kepala tim Andrea Stella menepis anggapan tersebut.

Stella menegaskan bahwa strategi dirancang untuk memberi peluang yang adil kepada kedua pembalap, dengan mempertimbangkan kondisi balapan yang terus berkembang.

Stella juga menyebutkan bahwa keputusan akhir tetap melibatkan preferensi dari Piastri sendiri, yang pada awalnya tidak menyukai opsi satu pit stop.

Dengan hasil yang tercapai, Stella menekankan bahwa McLaren berhasil menyeimbangkan strategi antara kebutuhan untuk menyalip Leclerc dan memberi kesempatan yang adil kepada kedua pembalapnya.

Stella menambahkan bahwa keberhasilan Norris lebih disebabkan oleh momentum balapan dan efisiensi strategi satu pit yang secara tidak terduga menjadi lebih menguntungkan dibandingkan dua pit stop seperti yang diprediksi sebelumnya oleh Pirelli. (*)

Update