
batampos – Timnas Indonesia harus menelan kekalahan telak dalam laga pamungkas Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Bertandang ke Suita City Football Stadium, Jepang, pada Selasa (10/6), skuad Garuda tak berdaya dan tumbang dengan skor mencolok 0-6 dari tuan rumah Jepang.
Kekalahan ini memang menyakitkan, namun tidak menghalangi langkah Timnas Indonesia untuk melangkah ke ronde keempat. Meski kalah, Garuda tetap finis di posisi keempat klasemen akhir dengan 12 poin cukup untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya. Sementara Jepang, yang tampil superior sepanjang fase grup, memastikan tempat di putaran final Piala Dunia 2026 setelah mengoleksi 23 poin.
Meski hasil akhir kurang menggembirakan, ada sejumlah catatan menarik dan pelajaran penting dari laga ini. Berikut lima fakta menarik dari kekalahan Indonesia kontra Jepang:
1. Rekor Kekalahan Terbesar Timnas di Ronde Ketiga
Timnas Indonesia benar-benar kewalahan menghadapi gempuran Samurai Biru. Jepang mencetak enam gol melalui Daichi Kamada (15′, 45+6′), Takefusa Kubo (19′), Ryoya Morishita (55′), Shuto Machino (58′), dan Mao Hosoya (80%).
Ini menjadi kekalahan terbesar yang dialami Garuda di ronde ketiga, mengalahkan rekor sebelumnya saat takluk 1-5 dari Australia pada Maret 2025 dan 0-4 saat menjamu Jepang di Stadion Gelora Bung Karno pada November 2024.
2. Statistik Pertandingan yang Kontras Garuda Dikuasai Total
Data statistik menunjukkan betapa dominannya Jepang di laga ini. Tim asuhan Hajime Moriyasu menguasai 71% penguasaan bola, berbanding hanya 29% milik Indonesia. Dalam hal tembakan, Jepang mencatatkan 21 percobaan dengan 11 mengarah ke gawang, sedangkan Indonesia tak sekalipun mencatatkan tembakan ke arah gawang.
Selain itu, Jepang juga unggul telak dalam jumlah operan, dengan 644 operan dibanding 268 operan milik Garuda.
3. Debut Penuh untuk Beckham dan Yance Sayuri
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, melakukan rotasi besar dalam susunan pemain. Lima nama yang sebelumnya tidak tampil sebagai starter saat menghadapi Tiongkok diberikan kesempatan tampil sejak menit awal, yaitu Dean James, Mees Hilgers, Kevin Diks, Yance Sayuri, dan Beckham Putra.
Bagi Yance dan Beckham, laga ini menjadi penampilan perdana mereka sebagai starter di ajang kualifikasi Piala Dunia. Beckham sendiri baru melakukan debutnya saat melawan Tiongkok, sementara Yance pernah tampil dalam laga persahabatan melawan Burundi tahun lalu.
4. Nasib Sial Kevin Diks Cedera Lagi saat Lawan Jepang
Petaka kembali menimpa Kevin Diks. Fullback kanan Timnas Indonesia itu mengalami cedera di menit ke-27 setelah sebelumnya terlibat duel dengan pemain Jepang di menit ke-24. Cedera pada bagian paha membuatnya harus digantikan oleh Yakob Sayuri.
Ironisnya, ini bukan kali pertama Diks cedera saat menghadapi Jepang. Pada pertemuan pertama di Jakarta, ia juga ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Sandy Walsh.
5. Jepang Masih Jadi Tembok Kokoh bagi Indonesia
Sejauh ini, Jepang masih menjadi lawan yang sangat sulit ditaklukkan Timnas Indonesia. Dalam 18 pertemuan sepanjang sejarah, Samurai Biru mengoleksi 11 kemenangan, sementara Indonesia hanya mampu mencatatkan lima kemenangan dan dua hasil imbang. Skor 6-0 di Suita makin menegaskan dominasi Jepang atas Indonesia dalam duel Asia Timur ini.
Meski dihajar telak oleh Jepang, langkah Timnas Indonesia ke ronde keempat tetap patut diapresiasi. Ini menjadi pencapaian sejarah tersendiri yang membuktikan peningkatan performa skuad Merah Putih di kancah Asia. Kekalahan ini memang menyakitkan, tapi juga menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas permainan, terutama saat menghadapi tim-tim raksasa Asia.
Patrick Kluivert dan tim pelatih kini punya tugas besar untuk membenahi lini pertahanan, transisi, serta penguasaan bola agar bisa lebih kompetitif di ronde berikutnya. Dengan evaluasi yang tepat dan persiapan matang, bukan tidak mungkin Timnas Indonesia bisa kembali mengejutkan Asia dan terus menjaga asa menuju Piala Dunia 2026. (*)
