
batampos — Stadion Gelora Bung Karno bergemuruh saat Ole Romeny mencetak gol tunggal yang membawa Timnas Indonesia menumbangkan Tiongkok 1-0 dalam lanjutan Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026. Gol bersejarah itu tercipta dari titik putih di penghujung babak pertama dan menjadi penentu kemenangan krusial bagi pasukan Garuda.
Laga panas ini langsung dibuka dengan tensi tinggi sejak menit pertama. Ricky Kambuaya langsung memberi tekanan lewat sepakan keras dari luar kotak penalti meski masih melebar.
Tiongkok mencoba membalas dengan serangan balik cepat di menit kelima lewat Wang Yudong, namun penyelesaiannya belum menemui sasaran.
Kiper Emil Audero tampil sigap menjaga gawang Timnas Indonesia tetap aman di momen-momen krusial.
Pertandingan berlangsung keras, terbukti dengan kartu kuning cepat yang diterima Xu Haoyang di menit ke-8 akibat pelanggaran keras terhadap Kambuaya.
Sementara Timnas Indonesia terus menekan lewat sisi sayap dengan kontribusi aktif dari Yakob Sayuri dan Calvin Verdonk.
Ole Romeny tampil penuh percaya diri sejak awal laga dan beberapa kali mencoba peruntungannya dari luar kotak penalti.
Percobaannya di menit ke-21 dan 25 memang belum membuahkan hasil, tapi menegaskan ancaman nyata di lini depan.
Menit ke-29 menjadi momen nyaris emas bagi Timnas Indonesia saat Romeny melepaskan tembakan dari tengah kotak penalti, namun masih bisa ditepis kiper Wang Dalei.
Tiongkok beberapa kali membalas lewat Zhang Yuning dan Hu Hetao, namun akurasi mereka belum membahayakan Emil Audero.
Ketegangan pecah di menit ke-42 saat wasit menunjuk titik putih untuk Timnas Indonesia usai pelanggaran di kotak terlarang. Setelah tinjauan VAR, keputusan tetap diberikan dan Ole Romeny maju sebagai eksekutor.
Tanpa ragu, Romeny melepaskan tendangan kaki kanan yang keras dan terarah ke sisi kanan gawang Tiongkok. Gol ini menjadi pembuka keunggulan Timnas Indonesia yang disambut sorak sorai puluhan ribu suporter di GBK.
Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Timnas Indonesia yang tampil dominan dan efektif.
Tim Garuda menunjukkan disiplin tinggi sepanjang 45 menit pertama, baik dalam bertahan maupun membangun serangan.
Memasuki babak kedua, Tiongkok melakukan dua pergantian pemain langsung untuk menambah intensitas. Timnas Indonesia tak mengendurkan tekanan dan kembali menebar ancaman lewat Calvin Verdonk dan Egy Maulana Vikri.
Kiper Emil Audero menjadi pahlawan di bawah mistar lewat penyelamatan penting atas sepakan jarak jauh Wang Yudong di menit ke-47.
Timnas Indonesia tetap kompak menjaga ritme permainan sambil mencari celah untuk menambah gol.
Sayuri tampil solid di sisi kanan pertahanan meski akhirnya digantikan Beckham Putra pada menit ke-74. Pelatih Shin Tae-yong juga memasukkan Kevin Diks untuk memperkuat lini tengah dalam menjaga keunggulan.
Ole Romeny nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-79 lewat dua peluang emas, namun Wang Dalei tampil sigap menahan salah satu sepakan kerasnya.
Meski tak menambah gol, kontribusi Romeny tetap luar biasa sepanjang laga.
Beberapa pemain seperti Jay Idzes dan Ricky Kambuaya tampil militan dalam duel udara dan tekel-tekel kunci. Substitusi akhir termasuk masuknya Ramadhan Sananta menambah tenaga segar untuk menahan tekanan lawan.
Wasit memberikan enam menit tambahan waktu, namun Timnas Indonesia berhasil menjaga kedisiplinan hingga peluit panjang berbunyi.
Tiongkok terus mencoba menyamakan kedudukan namun tak mampu menembus pertahanan Garuda yang sangat kokoh.
Gol tunggal Romeny dari titik putih menjadi pembeda di laga penuh tensi tinggi ini. Kemenangan ini tidak hanya penting untuk peringkat, tapi juga mengunci langkah Timnas Indonesia ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Para pemain merayakan kemenangan ini dengan penuh euforia bersama suporter yang memadati stadion. Ini adalah malam yang akan dikenang dalam sejarah sepak bola Timnas Indonesia modern.
Dengan hasil ini, Timnas Indonesia memantapkan posisi di papan atas Grup D dan semakin dekat dengan impian tampil di panggung dunia. Romeny menjadi simbol perjuangan Timnas malam ini: tajam, berani, dan tidak gentar di bawah tekanan. Gol penaltinya bukan hanya tentang teknik, tapi juga keberanian dan ketenangan di momen paling menentukan.
Kemenangan ini membuat asa Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2026 semakin hidup. Dukungan penuh publik tanah air menjadi kekuatan tambahan bagi tim dalam mengarungi fase berikutnya.
Seluruh pemain layak diapresiasi atas kerja kerasnya malam ini. Garuda kembali terbang tinggi, dan dunia mulai memperhitungkan kekuatan Merah Putih di pentas internasional.
Timnas Indonesia kini tinggal menunggu jadwal resmi putaran keempat sambil melihat bertengger di peringkat ketiga atau keempat Grup D. Pertarungan masih panjang, namun malam ini menjadi bukti bahwa mimpi itu bukan hal mustahil.
Jangan lewatkan kisah selanjutnya dari perjalanan epik Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026. Dengan semangat dan tekad seperti ini, Garuda siap mengepakkan sayap lebih jauh lagi. (*)
Sumber: JP Group
