
batampos – Timnas Indonesia tengah mempersiapkan diri menghadapi laga krusial kontra Tiongkok pada 5 Juni 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Salah satu fokus utama adalah Emil Audero Mulyadi yang akan menjalani debut resmi bersama skuad Garuda.
Absennya Maarten Paes akibat hukuman akumulasi kartu kuning membuka jalan bagi Emil untuk tampil sebagai starter.
“Saya sudah mengetahui bahwa saya akan bermain pada 5 Juni lawan Tiongkok karena Maarten Paes tidak bisa tampil. Saya pun akan menjalani debut di kandang sendiri (Gelora Bung Karno),” ujar Emil Audero seperti dikutip dari Tuttomercatoweb.
Emil menyatakan siap memberikan penampilan maksimal demi menjaga posisi Indonesia di Grup C. Baginya, pertandingan ini bukan hanya sekadar debut, melainkan pengalaman berharga yang membuka babak baru dalam kariernya.
“Ini adalah pengalaman yang sangat berarti dan membuka dunia yang sebelumnya sudah saya kenal,” tambahnya.
Pelatih Patrick Kluivert telah memasukkan Emil dalam daftar pemain yang dipanggil untuk dua pertandingan penting menghadapi Tiongkok dan Jepang. Meski Maarten Paes dan Marselino Ferdinan harus absen pada laga kontra Tiongkok, keduanya tetap dipersiapkan untuk laga melawan Jepang setelah menjalani sanksi.
Kehadiran Emil memberikan angin segar di lini belakang Garuda. Kiper yang pernah memperkuat Inter Milan di Serie A ini dikenal memiliki ketenangan, refleks tajam, dan pengalaman bermain di level tertinggi Eropa. Ini menjadikannya aset berharga dalam perjuangan Indonesia menuju Piala Dunia.
Bagi Emil Audero, pertandingan di GBK nanti diprediksi menjadi momen emosional. Selain debut, laga ini akan menjadi penampilan pertamanya di hadapan publik tanah air. “Saya harus menjalani pertandingan ini sebaik mungkin,” ujarnya.
Dengan dukungan penuh dari publik GBK, debut Emil dipastikan menjadi kenangan tak terlupakan bagi dirinya maupun suporter Indonesia. Semua mata kini tertuju pada aksi perdana Emil menjaga gawang Merah Putih.
Menjelang laga tersebut, pelatih Kluivert menghadapi tantangan berat dengan absennya lima pemain kunci yang awalnya masuk dalam daftar panggilan. Laga penentu nasib Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ini memaksa pelatih meracik ulang strategi.
Meski demikian, kapten Jay Idzes meyakini kekuatan sesungguhnya Garuda bukan hanya terletak pada kualitas individu, melainkan pada solidaritas dan kekompakan tim yang luar biasa.
“Kekuatan terbesar kami bukan soal memiliki banyak kualitas individu. Melainkan menjadi satu tim yang kompak, saling bercanda, dan saling berjuang satu sama lain saat dibutuhkan,” kata Jay dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube resmi Timnas Indonesia.
Kabar positif datang dari kondisi fisik para pemain yang tersisa. Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, mengonfirmasi semua pemain dalam kondisi fit setelah menjalani pemusatan latihan intensif di Bali pada 26-31 Mei.
“Alhamdulillah semua pemain fit, dalam kondisi baik, dan tidak ada yang mengeluh sakit. Latihan di Bali cukup keras, tapi para pemain menjalani semuanya dengan semangat,” ungkapnya. (*)
