Kamis, 29 Januari 2026

Debut Turnamen Level Super 750 di Singapore Open 2025, Jafar/Felisha Menang Mudah

Berita Terkait

Jafar/Felisha mampu melewati debut turnamen BWF World Tour Super 750 di Singapore Open 2025 dengan mulus. (Dok: PBSI)

batampos – Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu terus menunjukkan kematangannya sebagai pasangan ganda campuran Indonesia. Duet nomor 15 dunia itu mampu mengawali Singapore Open 2025 dengan kemenangan mudah meski berstatus sebagai debutan.

Singapore Open 2025 jadi turnamen perdana Jafar/Felisha dalam rangkaian BWF World Tour Super 750. Sebelumnya, mereka hanya melanglang buana di level Super 500 ke bawah.

Namun, status debutan di turnamen Super 750 nyatanya tak membuat Jafar/Felisha minder dan gugup. Sebaliknya, pasangan ganda campuran aktif nomor satu Indonesia itu mampu mendapatkan kemenangan straight game di laga debut.

Menghadapi wakil Taiwan, Ming Che Lu/Hung En-Tzu di Singapore Indoor Stadium, Jafar/Felisha menang cukup telak 21-16, 21-12 pada Rabu (28/5).

“Puji Tuhan bisa debut hari ini di level Super 750 dan memenangkan pertandingan,” kata Felisha dalam keterangan PBSI usai laga.

Ming Che Lu/Hung En-Tzu bukanlah lawan asing untuk Jafar/Felisha. Sebelumnya mereka pernah bentrok di Indonesia Masters 2025. Menariknya, saat itu juga debut Jafar/Felisha di turnamen BWF World Tour Super 500.

Tapi kala itu Jafar/Felisha menang atas lawannya dengan skor lebih ketat meski sama-sama dua gim, yakni 21-19, 22-20.

“Kami pernah bertemu lawan ini di Indonesia Masters dan itu debut saya juga di World Tour level tinggi. Saat itu memang tekanannya berbeda karena bermain di Istora, gugupnya juga terasa jadi skornya lumayan ketat,” terang Felisha.

“Hari ini di pertemuan kedua kami sudah lebih tahu cara mengatasi perlawanan mereka,” imbuh pemain binaan PB Exist Jakarta ini.

Kemenangan saat debut di Singapore Open 2025 ini membuktikan bahwa Jafar/Felisha telah semakin matang. Sebab mereka bisa menang lebih mudah dari pertemuan sebelumnya.

Di satu sisi, penampilan Jafar/Felisha tak berarti sempurna. Kendala masih dihadapi oleh mereka saat bermain. Persoalan itu berkaitan dengan adaptasi lapangan dan shuttlecock.

Tapi Jafar/Felisha pada akhirnya bisa melewati itu dengan baik dan meraih kemenangan. “Kendala masih ada, menang kalah anginnya sangat terasa. Pukulan saya juga belum terlalu enak dan tadi coba untuk ngenakin pukulan-pukulannya,” ucapnya.

“Lawan juga kelihatan mengalami hal yang sama jadi bagaimana kami terus memaksa untuk menyerang terlebih dahulu,” pungkas Jafar. (*)

Sumber BeritaJPGroup

Update