
batampos – Manchester United kembali diterpa isu transfer besar jelang bursa musim panas 2025. Kali ini, sang kapten Bruno Fernandes menjadi sorotan utama. Gelandang asal Portugal itu kabarnya menjadi incaran serius klub raksasa Arab Saudi, Al-Hilal, yang tengah giat membangun skuad bertabur bintang. Namun, di balik ketertarikan tersebut, Manchester United dikabarkan sudah menyiapkan langkah tegas: Bruno tidak untuk dijual.
Fernandes, yang datang ke Old Trafford dari Sporting Lisbon pada Januari 2020, memang telah menjadi sosok penting bagi Setan Merah. Di tengah musim yang penuh gejolak, pemain berusia 30 tahun ini tetap tampil konsisten dan produktif.
Ketika banyak bintang Eropa mulai tergoda oleh gemerlap Liga Pro Saudi, Bruno justru menunjukkan loyalitas yang berbeda. Meski musim ini Manchester United tercecer di papan bawah Premier League, sang kapten tak kehilangan taji. Di balik performa tim yang naik turun, Bruno tetap menjadi tulang punggung tim dengan torehan 19 gol dan 18 assist dari 52 pertandingan di semua kompetisi.
Namun, godaan dari Timur Tengah bukanlah hal sepele. Al-Hilal datang bukan hanya dengan iming-iming uang besar, tetapi juga ambisi membangun “Galacticos versi Arab”.
Al-Hilal Serius, tapi MU Tak Bergeming
Menurut laporan dari jurnalis kenamaan Fabrizio Romano, Al-Hilal telah menaruh minat besar terhadap Fernandes. Klub yang dimiliki oleh Public Investment Fund Arab Saudi itu menjadikan Bruno sebagai target utama setelah gagal merekrut Mohamed Salah yang lebih memilih bertahan di Liverpool.
Romano mengklaim bahwa minat Al-Hilal terhadap Fernandes bukanlah hal baru. Selama dua tahun terakhir, mereka terus memantau perkembangan sang playmaker. Meski begitu, hingga kini belum ada pendekatan formal, negosiasi, atau penawaran resmi yang diajukan kepada Manchester United.
Kubu Setan Merah pun telah memberi sinyal bahwa mereka tidak tertarik melepas sang kapten. Kontrak Fernandes baru saja diperpanjang hingga Juni 2027. Pelatih Ruben Amorim pun memandang sang kompatriot sebagai kunci utama dalam proyek jangka panjangnya di Old Trafford.
“Bruno adalah bagian penting dari rencana kami. Saya sudah berbicara langsung dengannya dan mengatakan bahwa dia tidak ke mana-mana,” ujar Amorim dalam konferensi pers Maret lalu.
Amorim tak segan menyebut bahwa target utama tim musim depan adalah kembali bersaing memperebutkan gelar Premier League. Dan untuk itu, keberadaan pemain sekaliber Bruno Fernandes adalah harga mati.
“Dia masih sangat bugar, bermain hampir 55 laga semusim, dan selalu menyumbang lebih dari 30 kontribusi gol. Itulah pemain yang kami butuhkan untuk membangun masa depan Manchester United,” lanjut Amorim.
Sumber internal klub bahkan menyebut bahwa Bruno termasuk dalam daftar pemain “untouchable” bersama tiga nama lain. Sementara itu, pemain-pemain lainnya akan terbuka untuk tawaran selama jendela transfer musim panas ini.
Rumor dan Rencana Cadangan
Meski Manchester United terlihat kukuh, wacana soal masa depan Bruno tetap mengemuka. Apalagi, beberapa bulan lalu ia juga sempat dikaitkan dengan Real Madrid. Kala itu pun, Amorim bersikap tegas: “Tidak akan terjadi. Saya sudah bicara langsung dengan Bruno.”
Namun, dinamika sepak bola memang sulit ditebak. Jika suatu saat United memutuskan membuka pintu untuk Fernandes, mereka disebut-sebut sudah punya nama alternatif: Cole Palmer. Gelandang muda Chelsea itu konon bersedia hengkang demi mewujudkan mimpinya memperkuat klub masa kecilnya, Manchester United.
Palmer sendiri tampil gemilang musim ini bersama The Blues. Usianya yang masih muda dan gaya bermain yang fleksibel membuatnya jadi opsi menarik jika United harus mencari pengganti Fernandes suatu saat nanti.
Antara Loyalitas dan Realita Modern Sepak Bola
Kasus Bruno Fernandes mencerminkan tantangan yang kini dihadapi banyak klub besar Eropa: mempertahankan pemain kunci di tengah serbuan dana tak terbatas dari Liga Arab Saudi. Bagi Manchester United, mempertahankan sang kapten bukan hanya soal menolak uang besar, tapi juga menunjukkan arah yang jelas dalam membangun kembali kejayaan klub.
Dengan kontrak jangka panjang dan kepercayaan penuh dari pelatih serta manajemen, Bruno sepertinya akan tetap menjadi jantung permainan Setan Merah musim depan. Namun, sepak bola selalu punya sisi tak terduga. Ketika godaan datang dari segala arah, hanya waktu yang bisa menjawab: apakah loyalitas akan menang atas segala gemerlap tawaran?
Untuk saat ini, satu hal pasti: Manchester United punya rencana yang jelas untuk kaptennya, dan nama Bruno Fernandes masih akan menggema di Teater Impian. Setidaknya untuk musim depan. (*)
