
batampos – Manchester City berhasil memastikan tempat di final FA Cup 2024/2025 setelah menumbangkan Nottingham Forest 2-0 di Stadion Wembley, Senin (28/4). Namun di tengah euforia kemenangan, manajer Pep Guardiola justru mengakui bahwa musim ini belum bisa disebut sukses, bahkan jika mereka akhirnya mengangkat trofi FA Cup.
City tampil efektif di semifinal meski dalam tekanan besar usai pekan yang sulit. Mereka langsung menggebrak sejak awal pertandingan. Baru dua menit laga berjalan, Mateo Kovacic mengirim umpan terobosan akurat kepada Rico Lewis yang dengan tenang menaklukkan kiper Forest lewat tendangan mendatar ke sudut gawang.
Guardiola, yang harus mengakali absennya Erling Haaland akibat cedera, menerapkan formasi kreatif dengan Omar Marmoush dan Savinho di sektor sayap, sementara Jack Grealish dan Rico Lewis aktif bergerak di lini tengah. Kevin De Bruyne sengaja disimpan di bangku cadangan untuk menjaga kebugarannya.
Meski Nottingham Forest mencoba bangkit di babak kedua, termasuk lewat masuknya Anthony Elanga, City tetap mendominasi. Setelah Forest gagal memanfaatkan peluang lewat Elanga, City justru menggandakan keunggulan di menit ke-58. Kali ini giliran Josko Gvardiol yang mencetak gol lewat sundulan setelah menyambut sepak pojok Omar Marmoush.
Forest sempat menekan di 15 menit terakhir, bahkan tiga kali peluang mereka mengenai mistar dan tiang gawang, salah satunya tendangan voli keras Morgan Gibbs-White dari luar kotak penalti. Namun, keberuntungan berpihak kepada City yang mampu mempertahankan skor hingga peluit akhir berbunyi.
Kemenangan ini membawa Manchester City ke final FA Cup untuk ketiga kalinya secara beruntun. Mereka akan menghadapi Crystal Palace pada 17 Mei mendatang. Meski begitu, Pep Guardiola menegaskan bahwa capaian tersebut belum cukup untuk menyelamatkan musim mereka.
“Tidak, saya sudah berkali-kali mengatakan itu. Musim ini tidak bagus. Kami tertinggal berjuta-juta poin dari Liverpool. Ini bukan musim yang bagus,” tegas Guardiola dalam konferensi pers usai laga.
Saat ini, Manchester City menempati posisi keempat Premier League, terpaut 21 poin dari Liverpool yang baru saja mengunci gelar juara setelah membantai Tottenham 5-1. City juga hanya unggul satu poin dari Chelsea dan Nottingham Forest, yang masih menyimpan satu laga lebih banyak, dalam persaingan ketat memperebutkan tiket Liga Champions.
Guardiola pun menyebut performa timnya di Liga Champions musim ini jauh dari standar mereka.
“Lihat Liga Champions, berapa banyak pertandingan yang kami menangkan? Satu atau dua? Padahal biasanya kami seperti mesin di sana,” ujarnya.
Meski peluang meraih trofi FA Cup masih terbuka, Guardiola menegaskan standar klub harus tetap tinggi.
“Musim ini harus dinilai dari performa di Premier League dan konsistensi. Dan itu tidak terjadi musim ini,” katanya.
Manchester City masih harus memainkan empat pertandingan liga sebelum kembali ke Wembley. Guardiola meminta para pemainnya tetap fokus dan tenang.
“Kami punya empat final kecil di liga sebelum menghadapi Palace. Kami harus pulih dan mempersiapkan diri dengan baik,” tambahnya.
Di sisi lain, manajer Nottingham Forest, Nuno Espirito Santo, mengakui bahwa anak asuhnya kalah start melawan City.
“Kami memulai pertandingan dengan sangat buruk, dan itu membuat semuanya menjadi sulit,” kata Nuno.
Meski kecewa, Nuno tetap memuji perjuangan timnya di babak kedua.
“Kami memiliki peluang dan hampir mengubah jalannya pertandingan. Hari ini memang pahit, tapi besok kami harus bangkit dan berjuang di sisa musim ini,” tegasnya.
Kini, Manchester City punya kesempatan membungkus musim dengan gelar FA Cup, namun bagi Guardiola, tantangan sesungguhnya adalah membawa kembali konsistensi dan dominasi penuh di semua kompetisi musim depan. (*)
