
batampos – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah menetapkan target untuk tim Indonesia di Piala Sudirman 2025. Federasi menargetkan skuad Merah Putih naik podium, bukan menjadi juara.
Tim Indonesia akan kembali mengikuti kejuaraan beregu. Setelah sukses menjuarai Badminton Asia Mixed Team Championships (BAMTC) 2025, pasukan Merah Putih bakal berlaga di Piala Sudirman 2025.
Lambang supremasi bulu tangkis beregu campuran dunia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 April hingga 4 Mei mendatang di Xiamen, Tiongkok. Ini menjadi kesempatan kesekian kalinya bagi Indonesia untuk menambah gelar Piala Sudirman, setelah baru sekali saja juara yakni pada 1989.
Ya, sejak juara 36 tahun lalu, tim Indonesia tak pernah menjadi juara Piala Sudirman lagi. Pencapaian terbaik setelahnya hanyalah runner-up lima kali, masing-masing pada 1989, 1997, 2009, 2013, dan 2023.
Meski sudah lama tak juara, PBSI sebagai induk bulu tangkis dunia ternyata tak menargetkan tim Indonesia untuk juara di Piala Sudirman 2025. PBSI hanya mematok target podium kepada skuad Merah Putih.
Lantas mengapa PBSI tak memberikan target juara ke tim Indonesia? Taufik Hidayat selaku Wakil Ketua Umum I PP PBSI, menjelaskan bahwa misi Merah Putih di Piala Sudirman 2025 harus realistis.
“Kalau saya maunya juara. Maunya juara lah semua. Kita harus realistis, karena olahraga itu kan realistis. Nanti kalau misalkan apa lagi, oh targetnya ini semuanya,” kata Taufik Hidayat.
“Realistis aja, kalau bisa ditanya maunya juara siapa sih yang gak mau juara gitu kan. Tapi kan kalau di Indonesia ya kalian boleh nomor satu. Tapi kan kalau kita udah namanya dunia kita harus compare dengan negara lain juga,” tambahnya.
Menurut Taufik Hidayat, menjadi juara untuk ajang sebesar Piala Sudirman tak semudah dan sesederhana membalikkan telapak tangan. Tapi, bukan berarti PBSI menyerah begitu saja.
Taufik menyebut bahwa PBSI juga terus memotivasi para pemainnya untuk bisa jadi yang terbaik di Piala Sudirman 2025. “Karena olahraga gak bisa dengan asal ngucap, jualan berapa medali? Satu, dua, tiga, gak bisa juga di lapangan,” katanya.
“Kalau ditanya kenapa gak target juara? Ya kita semua ke pemain juga, kita selalu yang ngasih motivasi kita harus juara, kita harus jadi yang terbaik. Karena gak ada yang namanya juara dua, juara itu cuma satu,” jelas Taufik menambahkan.
Lebih lanjut, Taufik Hidayat berbicara perihal komposisi skuad Indonesia untuk Piala Sudirman 2025. Dia menyebut mereka yang dipanggil sudah yang terbaik sesuai dengan kondisi saat ini.
Total ada 20 pemain yang didaftarkan PBSI untuk membela tim Indonesia di Piala Sudirman 2025. Jumlah itu terdiri dari 12 atlet putra dan delapan atlet putri.
Begitu pula dengan tim negara lain. Di mata Taufik, mereka juga menurunkan yang terbaik. Kini yang menjadi fokus PBSI adalah bagaimana tim pelatih dan manajer bisa jeli dalam menurunkan line-up.
Taufik mengatakan bahwa penentuan line-up akan disesuaikan dengan kemampuan para pemain dalam menghadapi pemain-pemain lawan yang sesuai rekam jejaknya. Rekor pertemuan jadi faktor utama dalam penentuan skuad.
“Nanti dalam tim ini kita harus lihat nanti juga pelatih, tim manager apa semua harus lihat. Misalkan kita lawan Tiongkok, lawan Korea, head-to-head sama merekanya siapa juga yang lawannya. Enggak melulu juga nanti yang di sini nomor satu nya yang main, bisa juga yang lain. Karena lihat head-to-head sebelumnya juga,” ucapnya. (*)
