Senin, 26 Januari 2026

Rencana Manchester United Jual Alejandro Garnacho dan Kobbie Mainoo Terkuak

Berita Terkait

Alejandro Garnacho. (Dok. MUFC)

batampos – Legenda Manchester United, Paul Scholes, baru-baru ini mengungkapkan bahwa klub mungkin akan melakukan pengorbanan besar di musim panas ini. Menurutnya, penjualan Alejandro Garnacho dan Kobbie Mainoo bisa menjadi langkah yang diambil untuk membantu memperkuat keuangan tim. Hal ini bertujuan untuk mendukung pelatih baru, Ruben Amorim, dalam membangun ulang skuad yang ada.

Sepanjang musim ini, performa Manchester United mengalami penurunan yang signifikan. Dalam laga terakhir mereka, tim yang bermarkas di Old Trafford tersebut hanya mampu meraih hasil imbang 0-0 melawan Manchester City pada Minggu (6/4). Dengan hasil tersebut, Setan Merah kini terjebak di peringkat ke-13 klasemen Liga Inggris.

Melihat kondisi saat ini, jelas bahwa penurunan performa Manchester United di musim ini merupakan yang terburuk sejak Liga Inggris dimulai. Para pemain juga tampak kesulitan dalam beradaptasi dengan sistem permainan baru yang diterapkan oleh Amorim, yang menggunakan formasi 3-4-2-1 di setiap pertandingan.

Setelah mengeluarkan sekitar GBP 180 juta pada jendela transfer musim panas 2024 dan mendatangkan Patrick Dorgu pada bulan Januari, diperkirakan dana yang tersedia di Old Trafford kini sangat terbatas. Hal ini diperparah dengan pernyataan Sir Jim Ratcliffe yang mengungkapkan bahwa klub sedang menghadapi masalah keuangan dan berusaha untuk tidak melanggar Aturan Keuntungan dan Keberlanjutan Liga Inggris.

Akibatnya, Manchester United mungkin perlu melepas beberapa aset berharga mereka sebelum melakukan pembelian pemain di musim panas mendatang. Menurut laporan dari TEAMtalk, Scholes percaya bahwa dua pemain muda, Kobbie Mainoo dan Alejandro Garnacho, kemungkinan besar akan dijual kepada penawar tertinggi.

“Yang menjadi perhatian utama adalah dari mana mereka akan mendapatkan uang untuk pemain baru? Dari wawancara Sir Jim, tampaknya Ruben Amorim tidak akan mendapatkan dana yang cukup untuk mendatangkan pemain sesuai harapannya,” ungkap Scholes kepada Premier League Productions.

Ia melanjutkan, “Saya bisa saja salah, tetapi saya rasa mereka (Manchester United) mungkin akan menjual kedua pemain muda itu, Mainoo dan Garnacho. Penjualan keduanya tentu akan merugikan. Garnacho didatangkan dari Atletico Madrid, sedangkan Mainoo telah berada di klub ini sejak kecil.”

Scholes menambahkan, “Keduanya memiliki musim yang cemerlang tahun lalu, dan akan sangat disayangkan jika akademi tidak dapat mempertahankan pemain-pemain berbakat ini.” Ia juga berharap bahwa prediksinya salah dan kedua pemain tersebut tidak jadi dijual, meski suara-suara yang ia dengar cukup mengkhawatirkan untuk masa depan tim.

Garnacho, yang merupakan salah satu aset berharga, diperkirakan dapat dijual dengan harga sekitar GBP 50 juta. Ini akan menjadi keuntungan bagi United, terutama jika mereka berhasil menjual pemain yang sebelumnya ingin mereka lepaskan di bursa transfer musim dingin. Sementara itu, Mainoo saat ini tengah dalam pembicaraan untuk perpanjangan kontrak di Old Trafford, dengan keinginannya untuk tetap bertahan di klub masa kecilnya.

Namun, tuntutan gaji Mainoo sebesar GBP 150 ribu per minggu telah ditolak oleh Ratcliffe, yang kini memegang kendali lebih ketat dalam negosiasi kontrak pemain. Beberapa kabar beredar bahwa Chelsea menunjukkan ketertarikan untuk merekrut Mainoo, yang semakin memperkuat spekulasi mengenai kemungkinan penjualannya.

Scholes pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap masa depan tim di musim panas mendatang. Ia merasa simpati terhadap Amorim, yang harus menghadapi tantangan besar akibat kesalahan transfer yang dilakukan klub dalam beberapa tahun terakhir.

“Ruben Amorim saat ini tidak memiliki amunisi untuk mencetak gol. Ia memiliki Bruno yang mampu melakukan banyak hal, tetapi pemain lainnya tidak konsisten dalam mencetak gol,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Melihat perekrutan selama beberapa tahun terakhir, sangat mengejutkan bahwa United hanya memiliki satu penyerang tengah yang tidak mampu mencetak gol. Ini luar biasa,” sambung Paul Scholes.

Scholes juga menunjukkan bahwa kurangnya persaingan dalam perekrutan pemain menjadi masalah, di mana United tidak bersaing untuk mendapatkan pemain yang diinginkan oleh tim lain.

Dengan situasi yang semakin rumit, Manchester United harus segera menemukan solusi untuk memperbaiki performa tim dan keuangan mereka. Tanpa langkah yang tepat, masa depan klub bisa menjadi semakin suram. (*)

Update