
batampos – Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Teguh Subroto selaku Pembina bersama National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Kepri menggelar konsolidasi penjaringan atlet disabilitas sekaligus acara buka puasa bersama di Golden Prawn, Batam, pada Minggu (23/3).
Acara konsolidasi dan buka puasa bersama ini menjadi momentum penting dalam upaya mencetak atlet disabilitas berprestasi yang siap mengharumkan nama Kepri di kancah nasional dan internasional.
Dengan sinergi antara pemerintah, kejaksaan, dan stakeholder lainnya, harapan untuk menciptakan lebih banyak atlet Paralympic andal semakin nyata.
Acara bertema Mendobrak Batas, Menggapai Prestasi ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Teguh Subroto, yang juga merupakan pembina NPCI Kepri; Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, I Ketut Kasna Dedi; Ketua NPCI Kepri, Fachrizal; Ketua KONI Kepri, Usep RS; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kepri; serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Sinergi antara NPC Indonesia dan Kejaksaan telah membuka jalan bagi atlet disabilitas untuk lebih fokus pada latihan dan kompetisi tanpa terbebani kendala non-teknis. Hasilnya, NPC Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang, termasuk meraih hattrick juara dalam ASEAN Para Games 2017 di Malaysia, 2022 di Indonesia, dan 2023 di Kamboja. Selain itu, pada Paralympic Games Tokyo 2021, Indonesia sukses membawa pulang medali emas pertama dalam sejarah keikutsertaannya.
Tahun 2024 menjadi momen bersejarah lainnya bagi NPC Indonesia. Dalam ajang Paralympic Games di Paris, kontingen Indonesia mencatat pencapaian terbaik dengan perolehan 1 medali emas, 8 perak, dan 5 perunggu. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh Kejaksaan yang memastikan berbagai aspek non-teknis berjalan lancar, sehingga atlet dapat berkompetisi dengan maksimal.
Kejati Kepri Teguh Subroto menegaskan bahwa penjaringan atlet berbakat akan dilakukan melalui sinergi antara NPCI, Pemprov Kepri, dan pihak swasta. Ia ingin memastikan program-program yang direncanakan dapat berjalan sesuai harapan.
“Dengan adanya kolaborasi ini, kita dapat menjaring atlet berbakat yang siap bertanding di berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Teguh yang juga menjadi Pembina NPCI Kepri.
Selain aspek teknis, pembinaan prestasi atlet disabilitas juga mencakup dukungan psikologis, medis, dan nutrisi yang optimal. Dengan pendanaan yang cukup, NPC Indonesia dapat meningkatkan kualitas program pelatihan, memperbanyak partisipasi dalam kompetisi internasional, serta menjamin kesejahteraan atlet.
“Kami akan memastikan pendampingan dalam pengelolaan anggaran, sehingga setiap bantuan yang diberikan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya untuk mendukung para atlet,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap peran Kajati Kepri, Teguh Subroto dalam mendampingi NPCI.
“Pak Kajati sudah mendampingi atlet disabilitas hingga ke tingkat Asia dan Eropa. Ini sebuah dukungan yang luar biasa. Kami menyambut baik acara silaturahmi ini yang sekaligus menjadi momen konsolidasi dalam menyeleksi atlet ke depan,” ujar Ansar.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Kepri memberikan bantuan berupa mobil operasional untuk NPCI. Gubernur Ansar menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak guna membina lebih banyak atlet andal.
“Kami akan melibatkan lebih banyak stakeholder agar pembinaan atlet Paralympic semakin kuat dan berkelanjutan. Semoga kita bisa mewujudkan impian memiliki lebih banyak atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Ketua NPCI Kepri, Fachrizal, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 60 atlet disabilitas di Kepri yang telah berkompetisi di tingkat nasional.
“Mereka adalah orang-orang istimewa yang telah mengharumkan nama daerah, meskipun memiliki keterbatasan fisik,” ujarnya.
Namun, Fachrizal menyoroti bahwa membangun kepercayaan diri atlet disabilitas bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, ia berharap adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
“Kejaksaan , pemerintah telah memberikan dukungan luar biasa dan tidak pernah meninggalkan kami. Dengan adanya dukungan ini, kami optimistis atlet-atlet disabilitas Kepri dapat terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” tutupnya. (*)
Reporter: Yashinta
