Minggu, 1 Februari 2026

Calon Naturalisasi, Kiper Emil Audero Bangga Dimentori Dua Kiper Juara Dunia

Berita Terkait

Emil Audero saat masih membela Inter Milan. (ilovepalermocalcio)

batampos – Nama kiper Palermo FC Emil Audero Mulyadi sudah menarik perhatian publik sejak sedekade belakangan. Sejak datang ke Indonesia bersama Juventus saat tur pramusim 2014, kiper kelahiran Mataram, NTB itu memang santer dikabarkan akan dinaturalisasi PSSI.

Pengalaman Emil di bawah mistar tidak kaleng-kaleng. Ketika berusia 17 tahun, Emil menjadi bagian dari skuad Juventus musim 2014-2015.

Saat itu nama Emil masuk sebagai kiper ketiga Juventus bersama Buffon dan Marco Storari. Sayang saat di Jakarta, Emil tak diberi waktu bermain oleh allenatore Massimiliano Allegri.

“Bersama Buffon dalam satu tim adalah terwujudnya mimpi saya sebagai kiper. Saya selalu menatapnya ketika latihan,” ujar Emil dalam wawancara dengan La Repubblica.

“Saya mencuri trik-triknya, saya mendengarkan semua masukan darinya. Jika Anda seorang striker, maka bersama seorang Buffon akan terasa seperti mendampingi Maradona,” lanjut Emil.

Menurut kiper 28 tahun itu, Buffon tak pelit berbagi trik kepada pemain muda. Buffon bahkan berbagi kisah bagaimana jadi kiper ketika Italia juara di Piala Dunia 2006 atau juara Piala UEFA 1998-1999 bersama Parma.

Emil makin sering berkomunikasi dengan Buffon di musim 2016-2017. Di mana Emil jadi kiper ketiga Juventus. Musim itu, Juve juara Liga Italia dan masuk ke final Liga Champions.

Selain Buffon, Pepe Reina menjadi guru Emil saat bergabung dengan Como 1907. Di klub yang dimiliki perusahaan Indonesia, Djarum Grup, itu Reina tak pelit berbagi pengalamannya.

Ya, Reina adalah bagian dari skuad Liverpool saat jadi runner-up Liga Champions 2006-2007. Reina juga masuk skuad Spanyol ketika merajai Eropa dan dunia dalam 6 tahun. Reina adalah kiper Spanyol saat juara Euro 2008, Piala Dunia 2010, serta Euro 2012.

Dalam wawancara dengan Calciomercato, Reina menyatakan jalan Emil masih panjang menuju kesuksesan. Beragam pengalaman bersama Juventus, Sampdoria, dan Inter membuat Emil punya modal penting.

“Sebagai kiper muda, dia (Emil, Red) harus lebih bisa menjaga konsistensinya. Hal itu akan membuatnya jadi pilihan utama setiap pelatih,” ujar Reina.

Dalam statistik WhoScored, terdapat beberapa hal teknis yang perlu dibenahi Emil di masa depan. Yaitu akurasi umpan jauh, cara melakukan penyelamatan tembakan dari jarak dekat, dan konsentrasi selama laga berjalan.

Musim ini, sejak bergabung dengan Palermo di bursa transfer musim dingin, Emil dalam 3 laganya mencatatkan 1 kali nirbobol. Emil memilih bergabung dengan Palermo di Serie B untuk menambah jam terbangnya.

Sebelumnya, Emil bermain buat tim asuhan Cesc Fabregas yang tampil di Serie A, Como 1907. Namun kemudian di paruh musim, Emil hijrah ke Palermo. (*)

Sumber BeritaJPGroup

Update