
batampos – Bek Timnas Indonesia, Sandy Walsh, memulai perjalanannya bersama Yokohama F Marinos dengan menggunakan dua nomor punggung berbeda di dua kompetisi yang diikutinya. Dalam ajang J1 League, ia mengenakan nomor punggung 15, sementara di Liga Champions Asia Elite (ACL Elite), ia tampil dengan nomor 48.
Pergantian nomor ini bukan tanpa alasan. Saat ACL Elite 2024/25 dimulai pada September 2024, nomor 15 masih terdaftar atas nama Shinnosuke Kamijima, yang saat itu masih menjadi bagian dari skuat Marinos. Namun, Kamijima kemudian hengkang ke Avispa Fukuoka di bursa transfer musim dingin.
Sayangnya, aturan ACL Elite tidak memungkinkan pergantian nomor setelah musim berjalan, sehingga Sandy harus memakai nomor lain, yakni 48.
Situasi ini berbeda dengan kompetisi domestik. Dalam J1 League 2025 yang dimulai Februari lalu, nomor 15 sudah bisa digunakan karena statusnya di Marinos sudah resmi. Itulah mengapa Sandy mengenakan nomor 15 saat menjalani debut di liga Jepang bersama Yokohama F Marinos melawan Sanfrecce Hiroshima.
Fenomena pemain yang menggunakan nomor berbeda di liga domestik dan kompetisi internasional bukanlah hal baru. Beberapa contoh serupa pernah terjadi, seperti Santiago Giménez di AC Milan yang memakai nomor 7 di Serie A dan 9 di Liga Champions.
Begitu pula Henrikh Mkhitaryan yang harus menggunakan nomor 77 di Liga Europa saat membela Arsenal, karena nomor 7 telah lebih dulu dipakai Alexis Sánchez di Premier League.
Meski memakai nomor berbeda di dua ajang yang diikuti Yokohama F Marinos, hal ini tidak mengubah peran suami Aislinn Konig ini sebagai pemain bertahan yang diandalkan. Debutnya di Liga Champions Asia Elite bersama Marinos berjalan cukup baik, di mana ia tampil penuh dan membantu tim mencatatkan clean sheet saat menang 2-0 atas Shanghai Port.
Sementara di J1 League, ia diturunkan sebagai starter di posisi bek kiri dan tampil hingga menit ke-74 sebelum digantikan oleh Toichi Suzuki.
Kehadiran Sandy Walsh di Liga Jepang diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi tantangan yang lebih tinggi. Dengan persaingan ketat di klub, ia juga harus terus membuktikan diri demi mempertahankan tempat di Timnas Indonesia, yang saat ini tengah bersiap menghadapi lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sebagai salah satu pemain yang diharapkan mengisi lini pertahanan skuad Garuda, performa Sandy Walsh di level klub akan sangat berpengaruh terhadap peluangnya mendapatkan panggilan dari pelatih Patrick Kluivert. Oleh karena itu, konsistensi dan adaptasi dengan gaya bermain di Jepang menjadi kunci agar ia tetap menjadi andalan, baik untuk Yokohama F Marinos maupun Timnas Indonesia.
Selain Sandy Walsh, ada nama Asnawi Mangkualam yang tampil reguler bersama Port FC di Thai 1 League. Tak hanya sampai di situ, pemain sekaliber Kevin Diks hingga Eliano Reijnders juga bisa bermain sebagai bek kanan.
Statistik Sandy Walsh bersama Yokohama F Marinos
- Liga Champions Asia Elite (ACL Elite): Sandy menjalani debutnya pada 19 Februari 2025 melawan Shanghai Port, bermain penuh selama 90 menit dan membantu tim meraih kemenangan 2-0.
- J1 League: Pada 23 Februari 2025, ia tampil sebagai starter melawan Sanfrecce Hiroshima, bermain hingga menit ke-74 sebelum digantikan oleh Toichi Suzuki. Dalam laga ini, Marinos kalah tipis 0-1.
Selain itu, dalam pertandingan melawan Shanghai Port, Sandy menerima rating 6.8 dari Sofascore, menunjukkan kontribusi positifnya dalam menjaga pertahanan tim.
Meskipun baru bergabung, Sandy telah menunjukkan adaptasi yang baik dengan sistem permainan Yokohama F. Marinos. Diharapkan, kontribusinya akan semakin meningkat seiring berjalannya musim, membantu tim meraih prestasi di kompetisi domestik maupun internasional. (*)
