
batampos – Inter Milan akhirnya balas dendam kepada Fiorentina. Tanding di Giuseppe Meazza, Selasa (11/2) dini hari WIB tim asuhan Simone Inzaghi menang 2-1.
Inter Milan membuka keunggulan pada pertengahan babak pertama. Berawal dari sepak pojok, Marin Pongracic salah mengantisipasi bola hingga menyebabkan gol bunuh diri.
Fiorentina membalas sebelum babak pertama berakhir. Bola mengenai tangan Matteo Darmian di kotak terlarang dan mengakibatkan penalti.
Rolando Mandragora yang jadi algojo menyelesaikan tugas dengan sempurna. Tuan rumah akhirnya memastikan kemenangan di babak kedua.
Adalah Marko Arnautovic yang menjadi pahlawan melalui sundulan di mulut gawang. Tambahan tiga poin sangat disyukuri Simone Inzaghi.
Meski demikian ia mengakui anak asuhnya diuntungkan pada laga ini. Terutama dalam proses terciptanya gol pertama.
Bola sudah meninggalkan lapangan lebih dulu sebelum Alessandro Bastoni menendangnya dan mengenai kaki bek Fiorentina yang menghasilkan tendangan sudut.
Gol itu sempat diprotes kubu La Viola. Mereka sampai meminta wasit untuk cek VAR, namun sang pengadil tidak mengecek ulang dan memutuskan gol Inter sah.
“Fiorentina marah sebagaimana harusnya. Seperti saya di Leverkusen ketika kami kebobolan dari tendangan sudut yang terjadi setelah offside,” ungkap Inzaghi seperti dilansir Football Italia.
“Saya paham reaksi Palladino, bola memang sudah keluar tapi VAR tidak melakukan intervensi. Lagi pula penalti terhadap Darmian berjarak satu setengah meter darinya dan VAR bereaksi. Bagi saya seharusnya itu tidak diberikan,” ia menambahkan.
Adik Filippo Inzaghi itu menganggap kinerja wasit dan VAR belakangan ini kurang optimal. Sebelum laga Inter Milan vs Fiorentina, Derby della Madonnina juga cukup kontroversial.
“Saya tidak mengerti apa yang terjadi, ada momen ketegangan. Saya juga melihat penalti itu dan seharusnya tidak diberikan,” lanjut nakhoda La Beneamata.
“VAR juga tidak melakukan intervensi saat derby kemarin dan kami seharusnya memenangkan pertandingan,” tutup Simone Inzaghi. (*)
