Senin, 16 Februari 2026

Spanyol vs Jerman, Laga Penentuan Die Mannschaft

Berita Terkait

GAVI – JAMAL MUSIALA (AFP)

batampos – Bulan lalu, der trainer Bayern Munchen Julian Nagelsmann mengklaim bahwa gelandangnya, Jamal Musiala, lebih berhak memenangkan Trophee Kopa daripada gelandang FC Barcelona Gavi.

Tak lama berselang, seolah melengkapi kekesalan hati Nagelsmann, Gavi memenangkan gelar pemain U-21 terbaik lainnya, Golden Boy.

Kala itu klaim Baby Mou –julukan Nagelsmann– bisa diterima. Bayern yang kebetulan segrup dengan Blaugrana di Liga Champions tampil superior. Dua pertemuan mereka sapu bersih dengan diferensiasi gol 5-0.

Gavi hanya bermain pada pertemuan pertama (14/9) di matchday kedua. Pada pertemuan kedua di matchday kelima (27/10) dia hanya duduk manis di bangku cadangan.

Pada dua pertemuan itu, Musiala lebih moncer dengan membukukan 1 umpan gol. Secara keseluruhan, di level klub dia juga jauh lebih baik daripada Gavi dengan terlibat dalam 22 gol Die Roten. Bandingkan dengan Gavi yang baru mengukir 1 umpan gol.

Namun, torehan tersebut berbanding terbalik jika barometernya adalah level internasional. Lebih khusus lagi dalam Piala Dunia kali ini. Ketika Gavi mencetak 1 gol yang membantu kemenangan 7-0 Spanyol dari Kosta Rika (24/11), Musiala malah melempem ketika Die Mannschaft dikalahkan Jepang 1-2 (23/11).

Nah, bentrokan antara Spanyol dan Jerman pada matchday kedua dini hari ini (siaran langsung SCTV/Vidio/mOji pukul 02.00 WIB) bak penentu rivalitas itu. Bahwa Gavi lebih baik daripada Musiala di Qatar. Makin menegangkan bagi Jerman, pada laga yang akan digelar di Al Bayt Stadium, Al Khor, tersebut, kekalahan bisa membuat mereka angkat koper.

Skenario itu terjadi apabila Spanyol mengalahkan Jerman plus Jepang tidak kalah oleh Kosta Rika. Tekanan bagi Jerman kian besar lantaran laga antara Jepang dan Kosta Rika selesai enam jam sebelum laga mereka kontra Spanyol dilangsungkan.

Jika Samurai Biru, julukan Jepang, mengalahkan atau seri dengan Kosta Rika, Jerman harus mengalahkan Spanyol kalau tidak ingin tersingkir di fase grup untuk kali kedua secara beruntun setelah edisi 2018 di Rusia.

”Ini (laga melawan Spanyol dini hari nanti, Red) adalah final pertama bagi kami di Piala Dunia kali ini. Juga tentu saja untuk menghindari terulangnya hal itu (tersingkir di fase grup edisi 2018)” ujar der trainer Jerman Hans-Dieter Flick kepada Bild.

Sebaliknya, kemenangan besar di matchday pertama tak membuat skuad Spanyol jemawa. ”Menghadapi lawan seperti Jerman, haram bagi kami terlalu percaya diri. Sebab, mereka bisa menghukum kami,” tutur entrenador Spanyol Luis Enrique kepada Marca. Kemenangan tentu akan memastikan Sergio Busquets dkk melaju ke fase knockout. (*)

 

 

Update