
batampos – Batam International Soccer Academy (BISA), berencana untuk menggelar seleksi, Kamis (9/6), di Batam Arena Mini Soccer, Tembesi, Batam. Ini adalah kali kedua BISA menggelar seleksi, setelah yang pertama diselenggarakan Kamis (2/6) pekan sebelumnya.
Pelatih BISA, Ronny Remon mengatakan, di fase pertama, seleksi diikuti 54 peserta dari delapan SSB yang ada di Batam. Dalam seleksi tersebut terpilih tiga peserta lolos seleksi.
“Dalam seleksi tahap pertama banyak pemain potensial. Tapi butuh waktu lama untuk mematangkan. karenanya hanya tiga yang terpilih,” jelas Ronny, Selasa (7/6).
Ia juga mengatakan jika seleksi ini dilaksanakan untuk mencari bibit pemain sepakbola muda yang potensial untuk diorbitkan dalam Liga 1 dan Elite Pro. “Dua klub Liga 1 sudah menyatakan diri siap mendukung pendirian akademi ini. Yakni Bali United dan Persis Solo,” tambah Ronny.
“Intinya, akademi ini mencari pemain-pemain sepakbola muda di Batam untuk bisa diorbitkan ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Jadi ini menjadi salah satu opsi jawaban dari pesepakbola muda Batam untuk meniti karir,” paparnya.
Untuk target awal, lanjut Ronny, akademi ini akan mencetak pemain untuk bisa disalurkan pada klub-klub Liga 1. Pemain sepakbola KU15-KU16 menjadi bidikan dari akademi ini.
“Target jangka pendek pesepakbola muda Batam bisa merasakan iklim kompetiri Elite Pro tahun ini,” tegas Ronny.
Untuk bisa mengikuti seleksi, pesepakbola muda Batam bisa langsung mendatangi Batam Arena Mini Soccer. “Seleksi gelombang dua akan dilaksanakan mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai,” katanya.
Tetapi, tambah Ronny, seleksi ini hanya diperuntukkan bagi pemain dengan kelahiran 2006/2007. Syaratnya pun terbilang mudah, peserta hanya cukup membawa peralatan sepakbola sendiri. Selain itu juga menyerahkan nama, posisi, tanggal lahir, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
“Gratis, tidak dipungut biaya. Karenanya SSB dan pesepakbola muda Batam bisa memanfaatkan peluang ini. harapannya sebanyak mungkin pemain potensial di Batam bisa dipromosikan berlaga di Elite Pro,” tegas Ronny.
Tak hanya berhenti di seleksi pesepakbola putra, BISA juga berencana untuk menggelar seleksi pesepakbola putri. Ronny mengatakan, saat ini dunia sepakbola tengah diviralkan dengan tim sepakbola putri.
PSSI, di lain pihak, juga telah mengeluarkan sejumlah regulasi dan kompetisi untuk mendukung sepakbola putri. Sepakbola putri dipandang punya potensi besar di kompetisi internasional.
“Jika pembinaan bagus dari awal, bukan tidak mungkin Indonesia bisa meraih peluang juara di tingkat internasional,” serunya.
Karenanya, selain pesepakbola muda putra, BISA juga berencana untuk melakukan seleksi pesepakbola muda putri. “Seleksi akan dilaksanakan paska seleksi pesepakbola muda putra,” katanya.
“Banyak event yang telah disiapkan untuk pembinaan sepakbula putri. Di antaranya adalah Piala Kartini, Piala Menpora, Piala Pertiwi, dan juga dalam ajang kompetisi resmi seperti Liga 1 dan PON,” terangnya.
Berdirinya akademi ini, kata Ronny, tak lepas dari peran Sutanto Tan. Yakni agar generasi muda bola di Batam semakin berkembang.
Sutato Tan adalah pemain yang malang melintang di persepakbolaan profesional Indonesia. Sejumlah tim papan atas pernah merasakan jasanya seperti Persib Bandung, Bali Unnited, Mitra Kukar, Persija Jakarta, PSIM Yogyakarta, PSMS Medan, dan PSM Makassr.
Hanya saja tak banyak yang mengetahui jika pesepakbola berusia 28 tahun ini mengawali karir sepakbolanya dari klub Batam, yakni PS Batam. Tepatnya di 2009 silam.
Ronny mengatakan melalui BISA, muncul pesepakbola baru dari Batam yang mampu berkompetisi di kompetisi papan atas Indonesia. “Harus muncul Sutanto Tan Sutanto Tan baru di persepakbolaan nasional,” harapnya.
“Melalui BISA, pesepak bola muda Batam punya wadah pembinaan yang jelas. Inilah yang menjadi dasar pendirian BISA,” tutup pelatih yang membawa tim sepakbola putri Jawa Barat meraih perak di PON XX Papua ini. (*)
Reporter: RYAN AGUNG
