Sabtu, 13 Agustus 2022

80 Pelatih dan Wasit Renang di Kepri Digembleng 3 Mentor Nasional

Berita Terkait

Peserta sertifikasi pelatih dan wasit level C di Travelodge Hotel selama 4 hari yang dimulai Kamis (4/8).

batampos – Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Provinsi Kepri menggelar sertifikasi pelatih dan wasit level C di Travelodge Hotel selama 4 hari mulai hari Kamis (4/8) hingga Minggu (7/8).

Diikuti sebanyak 80 peserta pelatihan yang terdiri dari 40 wasit dan juga 40 pelatih, puluhan peserta ini digembleng oleh enam mentor, tiga diantaranya mentor kelas nasional yakni Elsa Manora Nasution, M Rasyid Usman, dan Akhmad Syawaludin, serta tiga mentor dari lokal.

Pelatihan wasit dan pelatih yang digelar PRSI Kepri kemarin dihadiri langsung oleh Ketua PRSI Provinsi Kepri Iwan Kusmawan, Ketua Harian PRSI Kepri Ali, Wakil Ketua Koni Provinsi Kepri Buralimar, Perwakilan Dispora Provinsi Kepri, perwakilan Dispora Batam dan masih banyak lainnya.

Ketua PRSI Provinsi Kepri Iwan Kusmawan menjelaskan bahwa sertifikasi pelatih dan wasit level C ini, materi yang diajarkan atau disampaikan ke puluhan peserta, beragam. Materi yang didapat peserta seperti misalnya membahas tentang peraturan pertandingan, fasilitas, gizi, program pelatihan atau teknis pelatihan, pengetahuan dasar teknik mengajar renang, dan masih banyak lainnya.

“Pesertanya terbanyak didominasi dari Batam serta Tanjungpinang. Tak hanya melulu di teknis dan aturan saja materi yang disampaikan ke peserta. Ada juga mentor sharing cara melatih yang bagus, efektif itu seperti apa, di luar itu kondisi olahraga renangnya seperti apa persaingannya, cara memberikan motivasi ke peserta yang ikut pelatihan itu seperti apa, itu semua kami minta supaya peserta mendapatkan panduan, agar di Kepri ini nantinya para wasit dan pelatih mampu bersaing dengan daerah lain yang lebih dulu maju di sektor olahraga renangnya,” ujar Iwan Kusmawan.

Pelatihan wasit dan pelatih level C yang diikuti 80 peserta yang terdiri atas wasit dan pelatih se-Provinsi Kepri ini, lanjut Iwan, murni digagas oleh PRSI Provinsi Kepri dengan dana mandiri.

“Karena kami tahu posisi hari ini keuangan daerah lagi gonjang-ganjing, belum bisa memenuhi kebutuhan semua. Jadi kami berinisiatif dengan modal mandiri sendiri, kami gelarlah sertifikasi wasit dan pelatih ini. Alhamdulillah kami bisa akomodir semua peserta dari 7 kabupaten/kota se-Kepri untuk bisa mendapatkan level C,” terangnya.

Hal tersebut nantinya sangat berguna bagi utamanya PRSI Kepri sendiri untuk pendataan, berapa banyak pelatih, berapa banyak wasit di Kepri, dan untuk mendata klub-klub renang yang ada di seluruh Kepri.

“Pendataan tersebut, agar semua klub renang punya pelatih yang bersertifikasi, bukan pelatih yang tak hanya berenang mengumpulkan orang secara bersama, tapi sudah ada aturan main yang harus dipenuhi. Inilah kami menuju ke sana, pembinaan dari dalam dan pembinaan keluar,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos, sebanyak puluhan peserta sangat antusias mendengarkan materi yang dibawakan oleh mentor kelas nasional. Apalagi mayoritas peserta, banyak yang berasal profesinya dari guru, baik itu tingkat SD, SMP maupun SMA.

“Kami berharap banyaknya peserta dari latar belakang pengajar, nantinya akan mampu meneruskan atau mentransfer ilmu dan semangatnya ke generasi muda, yakni anak didiknya,” harapnya.

Sebelumnya PRSI Kepri juga menggelar kegiatan berupa uji tanding hingga ke Malaysia. Sementara pelatihan wasit dan pelatih level C yang digelar PRSI Kepri ini, merupakan pertama kalinya kegiatan pelatihan yang digelar pasca pandemi Covid-19.

“Pelatihan tak hanya berhenti sampai di level C saja. Nanti sekitar bulan November tahun ini, kami dari PRSI Provinsi Kepri juga akan menggelar pelatihan serupa namun beda level, yakni level B tingkat nasional.

“Para wasit dan pelatih ini nantinya kalau sudah ikut pelatihan di level B dan mendapatkan sertifikasi, mereka bisa uji tanding ke luar, agar di luar para pelatih dan wasit di Kepri ini bisa mendapatkan brand atau nama, ternyata di Kepri ada segudang pelatih dan wasit yang bisa dibawa dan diadu di tingkat nasional,” terang Iwan.

Pihaknya juga akan menggelar kejuaraan renang antarumum, antarklub yang akan digelar tahun ini juga. Pihaknya sengaja menggenjot kegiatan dilakukan di tahun ini. Hal itu dilakukan agar animo masyarakat kembalit tumbuh dan menunjukkan ke masyarakat, bahwa olahraga renang di Kepri ini mulai bangkit dan aktif kembali.

Sementara Wakil Ketua Koni Provinsi Kepri yang juga mantan Kadisparbud Provinsi Kepri, Buralimar mengapresiasi kegiatan yang digelar PRSI Kepri.

“Saya angkat topi dengan apa yang dilakukan PRSI Kepri. Kegiatan yang digelarnya, murni dilakukan mandiri, dengan dana sendiri. Kalau semua cabang olahraga (cabor) di Kepri mampu melakukan kegiatan serupa seperti yang dilakukan PRSI Kepri, saya yakin cabor lainnya akan sangat cepat nantinya berkembang menuju ke kemajuan,” ujar Buralimar.

Tak mau hanya pasif menunggu bantuan dari anggaran pemerintah atau Koni yang saat ini memang masih terpuruk soal anggaran, lanjut Buralimar, PRSI Kepri sudah mampu memberikan contoh dan motivasi kepada cabor lain, bagaimana cara memajukan dunia olahraga.

“Ya caranya seperti yang dilakukan PRSI Kepri dengan memainkan inisiatifnya secara mandiri demi membesarkan cabor renang di Kepri ini. Sekali lagi saya angkat topi dengan PRSI Kepri,” terangnya.

Di Kepri ini, lanjut Buralimar, mayoritas wilayahnya didominasi perairan. Harusnya cabor renang inilah yang oleh pemerintah harus diprioritaskan dan dijadikan andalan. Bukan tanpa alasan, sebab adri renang inilah biasanya Kepri mampu mencetak rekor dan mendulang medali emas terbanyak dibandingkan cabor lainnya.

“Meski fasilitas renang di Kepri ini belum mempunyai kolam renang berstandar nasional dan internasional, namun tanpa banyak retorika, para atlet renangnya mampu mendulang prestasi lebih banyak dibandingkan cabor lainnya. Maju terus PRSI Kepri,” terang Buralimar mengakhiri. (*)

 

Reporter: Galih Adisaputro

Update