Jumat, 23 Januari 2026

68 Tim Berlaga di SSB Citramas Cup 2025 Batam, Ada dari Malaysia dan Singapura

Berita Terkait

Ssb Citramas
Puluhan tim berlaga di SSB Citramas Cup 2025 di Batam. F. Istimewa.

batampos – Sekolah Sepak Bola (SSB) Citramas resmi membuka turnamen tahunannya, SSB Citramas Cup 8 Tahun 2025. Ajang ini menjadi wadah bagi bibit muda sepak bola Kepulauan Riau dengan menghadirkan 68 tim dari berbagai SSB.

Turnamen yang berlangsung sejak 20 September hingga 23 November 2025 ini mempertandingkan delapan kategori usia, mulai U-8, U-9, U-10, U-11, U-12, U-13, U-15, hingga U-17.

Pada setiap kelompok umur, 10 tim dibagi dalam dua grup (A dan B) dengan sistem setengah kompetisi. Setiap tim akan menghadapi semua lawan di grupnya sebelum melangkah ke babak knockout.

Format ini diharapkan mampu mengasah konsistensi, mental, sekaligus keterampilan teknis para pemain muda.

Ketua Pembina SSB Citramas, Agus Hidajad, mengatakan turnamen tahun ini terasa spesial karena bertepatan dengan HUT ke-10 SSB Citramas.

“Turnamen Citramas Cup ini sebenarnya sudah yang ke-10 kalinya. Tapi sempat vakum dua tahun akibat pandemi Covid-19. Kami sangat antusias bisa kembali menyelenggarakan event ini dan melihat lahirnya bakat-bakat baru,” ujarnya.

Agus menegaskan, turnamen ini bukan hanya ajang prestisius, melainkan juga barometer perkembangan sepak bola usia dini di Kepri. Tahun ini, untuk pertama kalinya kategori U-17 turut dipertandingkan.

“Usia U-17 jarang diangkat di Batam. Tahun ini kami hadirkan karena potensinya besar,” ungkap Agus.

Menariknya, turnamen ini juga diikuti klub dari luar negeri, yakni Singapura dan Malaysia. Kehadiran tim internasional diyakini akan memberi pengalaman berharga bagi para pemain muda Kepri.

“Kami ingin anak-anak punya pengalaman bertanding dengan tim luar. Jadi mereka bisa belajar banyak dari Malaysia, Singapura, maupun tim-tim lokal,” tambahnya.

SSB Citramas Cup 2025 diharapkan menjadi ajang pemacu semangat sekaligus panggung lahirnya bintang sepak bola masa depan dari Kepri. (*)

Reporter: M. Sya’ban 

Update